Kearifan konvensional mengatakan
bahwa motivasi adalah kunci ntuk mengubah kebiasaan. Jika sungguh
menginginkannya, kalian akan sungguh melakukannya. Namun, yang benar adalah
motivasi sejati kita adalah malas dan lebih suka mengerjakan yang nyaman.
Energi adalah sesuatu yang
sangat berharga, jadi otak dirancang untuk menghematnya. Manusiawi kalai
mengikuti Hukum Upaya Sekecil-kecilnya, yang mengatakan bahwa ketika harus
memutuskan mana di antara dua opsi yang serupa, orang secara alami akan condong
mengambil opsi yang memerlukan upaya paling sedikit. Kita termotivasi untuk
melakukan hal-hal yang mudah.
Setiap aksi memerlukan
pengerahan energi dalam jumlah tertentu. Makin besar energi yang diperlukan,
makin kecil kemungkinannya aksi terjadi. Dan makin sedikit energi yang
diperlukan untuk kebiasaan, makin besar kemungkinan kebiasaan itu terlaksana.
Bisa dibilang setiap kebiasaan
hanyalah penghalang untuk mendapatkan apa yang sungguh kalian inginkan. Kalian tidak
sungguh menginginkan kebiasaan itu sendiri. Yang sesungguhnya kalian inginkan
adalah hasil yang diberikan oleh kebiasaan itu. Makin besar penghalang, makin
besar friksi antara kalian dengan keadaan akhir yang kalian inginkan. Inilah
sebabnya penting sekali bagi kalian untuk menjadikan kebiasaan-kebiasaan begitu
mudah sehingga kalian akan melakukannya bahkan ketik sedang merasa tidak menyukainya.
Jika dapat membuat kebiasaan-kebiasaan baik terasa lebih nyaman, kalian akan
lebih mungkin menjalankannya.
Kita mampu mengerjakan hal-hal
yang sangat sulit. Makin sedikit gesekan yang kalian hadapi, makin mudah
munculnya pribadi kalian yang lebih tangguh. Gagasan dibalik menjadikannya
mudah tidak hanya melakukan hal-hal yang mudah. gagasannya adalah menjadikannya
semudah mungkin saya melakukan hal-hal dengan ganjaran dalam jangka panjang.
Gagasan pokok mengenai
menciptakan lingkungan tempat melakukan hal yang benar menjadi semudah mungkin.
Banyak dari perjuangan membangun kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik berasal
dari penemuan cara-cara untuk mengurangi hambatan yang terkait dengan kebiasaan
baik dan meningkatkan hambatan yang terkait dengan kebiasaan buruk.
Setiap kali mengorganisasikan
ruangan untuk tujuan sesuai yang dimaksudkan, kalian menyiapkannya agar aksi
berikutnya mudah. ada banyak cara untuk menyiapkan lingkungan kalian sebaik
mungkin sehingga yang ada di situ siap untuk langsung digunakan. Ini cara yang
sederhana untuk membuat kebiasaan-kebiasaan baik berada di lintasan dengan
hambatan paling sedikit. Kalian juga bisa membalik prinsip ini untuk membuat
perilaku-perilaku buruk lebih sulit terlaksana.
Seandainya hambatan itu masih
terlalu mudah, kalian dapat mengambil satu langkah lebih jauh. Yang istimewa adalah
betapa sedikit hambatan yang diperlukan untuk mencegah perilaku yang tidak
diperlukan. Tapi bagi kebanyakan dari kita, hambatan sedikit saja dapat
menghasilkan perbedaan antara mempertahankan kebiasaan baik dan terjerumus ke
kebiasaan buruk. Bayangkan dampak kumulatif dari membuat puluhan perubahan ini
dan hidup di lingkungan yang dirancang untuk menjadikan perilaku baik lebih
mudah dan perilaku buruk lebih sulit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar