moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #11 Berjalanlah Perlahan, tetapi Pantang Mundur



     Kita mudah terlena ketika mencoba menyusun rencana yang optimal untuk perubahan. Kita terlalu berfokus memikirkan pendekatan terbaik sehingga tidak pernah sampai beraksi. “Yang terbaik adalah musuh yang baik”.
     In motion dan action itu berbeda. kedua gagasan itu terksesan serupa, padahal tidak sama. Ketika kalian in motion, kalian membuat rencana, membuat strategi, yang belajar. Semua itu baik, tapi tidak membuahkan hasil.
     Sebaliknya, action adalah tipe perilaku yang memberikan hasil. Contohnya seperti kalian menulis dua puluh gagasan untuk artikel yang ingin kalian tulis, itu in motion. Kalau kalian sungguh duduk dan menulis artikel, itu adalah action. Kadang in motion ada gunanya, tapi perilaku itu tidak akan pernah membuahkan hasil dengan sendirinya.
     In motion tidak mengantar kita ke hasil. Tapi terkadang kita sungguh perlu membuat rencana atau belajar lebih banyak. Namun lebih sering daripada tidak, kita melakukannya karena in motion memungkinkan kita merasa seolah-olah kita mendapatkan kemajuan tanpa menempuh risiko gagal. Kebanyakan dari kita adalah ahli dalam menghindari kritik. Itulah alasan terbesar kalian lebih banyak in motion daripada in action: Kalian ingin menunda kegagalan.
     In motion meyakinkan diri kalian bahwa kalian masih membuat kemajuan itu mudah. In motion membuat kalian merasa sudah mengerjakan sesuatu itu. Padahal, sesungguhnya kalian hanya bersiap untuk melakukan apa yang seharusnya kalian lakukan.
     Bila ingin menguasai kebiasaan, kuncinya adalah mulai dengan perulangan, bukan membayangkan kesempurnaan. Ini langkah pertama Hukum Ketiga: Kalian hanya perlu mengulang-ulangnya.
     Mengulang kebiasaan mengantar ke perubahan-perubahan fisik yang jelas dalam otak. Seperti otot-otot tubuh yang bereaksi terhadap latihan beban teratur, bagian-bagian otak tertentu beradaptasi sewaktu digunakan dan menyusut ketika kegiatan serupa ditinggalkan.
     Setelah perulangan yang sering berhasil membuat jalan pintas, kesulitan-kesulitan menghilang; aksi menjadi begitu otomatis sehingga dapat dilakukan tanpa melibatkan pikiran sadar lagi. Akal sehat dan bukti ilmiah saling sejalan: perulangan adalah suatu bentuk perubahan.
     Tiap kali mengulang suatu aksi, kalian mengaktifkan rangkaian saraf tertentu yang terkait dengan kebiasaan termaksud. Semua kebiasaan mengikuti lintasan serupa latihan serius sampai menjadi perilaku otomatis, proses ini disebut sebagai otomatisasi. Yaitu kemampuan melakukan perilaku tanpa memikirkan tiap langkahnya, yang terjadi ketika pikiran bawah sadar mengambil alih.



     Masalahnya bukan tentang berapa lama waktunya, tapi seberapa sering kalian melakukannya. Yang menjadi pembeda adalah frekuensi. Kebiasaan kalian saat ini terinternalisasi setelah lebih dari ratusan, bahkan ribuan perulangan. Kebiasaan baru memerlukan tingkat frekuensi yang sama. Kalian perlu merangkaikan upaya-upaya yang cukup sukses sampai suatu perilaku tertanam kuat dalam pikiran dan kalian melewati Garis Kebiasaan.
     Dalam praktik, tidak terlalu penting berapa lama kebiasaan dapat menjadi otomatis. Yang penting kalian melakukan sesuatu yang diperlukan untuk mendapatkan kemajuan. Entah aksi menjadi otomatis penuh tidak begitu penting.
     Untuk membangun kebiasaan, kalian perlu untuk melatihnya. Dan cara paling efektif untuk melatihnya adalah mengikuti kaidah dalam Hukum Ketiga Perubahan Perilaku: menjadikannya mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar