moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT
Tampilkan postingan dengan label 3. Atomic Habits #4 Kaidah Ketiga; Mennjadikannya Mudah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3. Atomic Habits #4 Kaidah Ketiga; Mennjadikannya Mudah. Tampilkan semua postingan

Atomic Habits #11 Berjalanlah Perlahan, tetapi Pantang Mundur



     Kita mudah terlena ketika mencoba menyusun rencana yang optimal untuk perubahan. Kita terlalu berfokus memikirkan pendekatan terbaik sehingga tidak pernah sampai beraksi. “Yang terbaik adalah musuh yang baik”.
     In motion dan action itu berbeda. kedua gagasan itu terksesan serupa, padahal tidak sama. Ketika kalian in motion, kalian membuat rencana, membuat strategi, yang belajar. Semua itu baik, tapi tidak membuahkan hasil.
     Sebaliknya, action adalah tipe perilaku yang memberikan hasil. Contohnya seperti kalian menulis dua puluh gagasan untuk artikel yang ingin kalian tulis, itu in motion. Kalau kalian sungguh duduk dan menulis artikel, itu adalah action. Kadang in motion ada gunanya, tapi perilaku itu tidak akan pernah membuahkan hasil dengan sendirinya.
     In motion tidak mengantar kita ke hasil. Tapi terkadang kita sungguh perlu membuat rencana atau belajar lebih banyak. Namun lebih sering daripada tidak, kita melakukannya karena in motion memungkinkan kita merasa seolah-olah kita mendapatkan kemajuan tanpa menempuh risiko gagal. Kebanyakan dari kita adalah ahli dalam menghindari kritik. Itulah alasan terbesar kalian lebih banyak in motion daripada in action: Kalian ingin menunda kegagalan.
     In motion meyakinkan diri kalian bahwa kalian masih membuat kemajuan itu mudah. In motion membuat kalian merasa sudah mengerjakan sesuatu itu. Padahal, sesungguhnya kalian hanya bersiap untuk melakukan apa yang seharusnya kalian lakukan.
     Bila ingin menguasai kebiasaan, kuncinya adalah mulai dengan perulangan, bukan membayangkan kesempurnaan. Ini langkah pertama Hukum Ketiga: Kalian hanya perlu mengulang-ulangnya.
     Mengulang kebiasaan mengantar ke perubahan-perubahan fisik yang jelas dalam otak. Seperti otot-otot tubuh yang bereaksi terhadap latihan beban teratur, bagian-bagian otak tertentu beradaptasi sewaktu digunakan dan menyusut ketika kegiatan serupa ditinggalkan.
     Setelah perulangan yang sering berhasil membuat jalan pintas, kesulitan-kesulitan menghilang; aksi menjadi begitu otomatis sehingga dapat dilakukan tanpa melibatkan pikiran sadar lagi. Akal sehat dan bukti ilmiah saling sejalan: perulangan adalah suatu bentuk perubahan.
     Tiap kali mengulang suatu aksi, kalian mengaktifkan rangkaian saraf tertentu yang terkait dengan kebiasaan termaksud. Semua kebiasaan mengikuti lintasan serupa latihan serius sampai menjadi perilaku otomatis, proses ini disebut sebagai otomatisasi. Yaitu kemampuan melakukan perilaku tanpa memikirkan tiap langkahnya, yang terjadi ketika pikiran bawah sadar mengambil alih.



     Masalahnya bukan tentang berapa lama waktunya, tapi seberapa sering kalian melakukannya. Yang menjadi pembeda adalah frekuensi. Kebiasaan kalian saat ini terinternalisasi setelah lebih dari ratusan, bahkan ribuan perulangan. Kebiasaan baru memerlukan tingkat frekuensi yang sama. Kalian perlu merangkaikan upaya-upaya yang cukup sukses sampai suatu perilaku tertanam kuat dalam pikiran dan kalian melewati Garis Kebiasaan.
     Dalam praktik, tidak terlalu penting berapa lama kebiasaan dapat menjadi otomatis. Yang penting kalian melakukan sesuatu yang diperlukan untuk mendapatkan kemajuan. Entah aksi menjadi otomatis penuh tidak begitu penting.
     Untuk membangun kebiasaan, kalian perlu untuk melatihnya. Dan cara paling efektif untuk melatihnya adalah mengikuti kaidah dalam Hukum Ketiga Perubahan Perilaku: menjadikannya mudah.

Atomic Habits #12 Hukum Upaya Sekecil-Kecilnya



     Kearifan konvensional mengatakan bahwa motivasi adalah kunci ntuk mengubah kebiasaan. Jika sungguh menginginkannya, kalian akan sungguh melakukannya. Namun, yang benar adalah motivasi sejati kita adalah malas dan lebih suka mengerjakan yang nyaman.
     Energi adalah sesuatu yang sangat berharga, jadi otak dirancang untuk menghematnya. Manusiawi kalai mengikuti Hukum Upaya Sekecil-kecilnya, yang mengatakan bahwa ketika harus memutuskan mana di antara dua opsi yang serupa, orang secara alami akan condong mengambil opsi yang memerlukan upaya paling sedikit. Kita termotivasi untuk melakukan hal-hal yang mudah.
     Setiap aksi memerlukan pengerahan energi dalam jumlah tertentu. Makin besar energi yang diperlukan, makin kecil kemungkinannya aksi terjadi. Dan makin sedikit energi yang diperlukan untuk kebiasaan, makin besar kemungkinan kebiasaan itu terlaksana.
     Bisa dibilang setiap kebiasaan hanyalah penghalang untuk mendapatkan apa yang sungguh kalian inginkan. Kalian tidak sungguh menginginkan kebiasaan itu sendiri. Yang sesungguhnya kalian inginkan adalah hasil yang diberikan oleh kebiasaan itu. Makin besar penghalang, makin besar friksi antara kalian dengan keadaan akhir yang kalian inginkan. Inilah sebabnya penting sekali bagi kalian untuk menjadikan kebiasaan-kebiasaan begitu mudah sehingga kalian akan melakukannya bahkan ketik sedang merasa tidak menyukainya. Jika dapat membuat kebiasaan-kebiasaan baik terasa lebih nyaman, kalian akan lebih mungkin menjalankannya.
     Kita mampu mengerjakan hal-hal yang sangat sulit. Makin sedikit gesekan yang kalian hadapi, makin mudah munculnya pribadi kalian yang lebih tangguh. Gagasan dibalik menjadikannya mudah tidak hanya melakukan hal-hal yang mudah. gagasannya adalah menjadikannya semudah mungkin saya melakukan hal-hal dengan ganjaran dalam jangka panjang.
     Gagasan pokok mengenai menciptakan lingkungan tempat melakukan hal yang benar menjadi semudah mungkin. Banyak dari perjuangan membangun kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik berasal dari penemuan cara-cara untuk mengurangi hambatan yang terkait dengan kebiasaan baik dan meningkatkan hambatan yang terkait dengan kebiasaan buruk.
     Setiap kali mengorganisasikan ruangan untuk tujuan sesuai yang dimaksudkan, kalian menyiapkannya agar aksi berikutnya mudah. ada banyak cara untuk menyiapkan lingkungan kalian sebaik mungkin sehingga yang ada di situ siap untuk langsung digunakan. Ini cara yang sederhana untuk membuat kebiasaan-kebiasaan baik berada di lintasan dengan hambatan paling sedikit. Kalian juga bisa membalik prinsip ini untuk membuat perilaku-perilaku buruk lebih sulit terlaksana.
     Seandainya hambatan itu masih terlalu mudah, kalian dapat mengambil satu langkah lebih jauh. Yang istimewa adalah betapa sedikit hambatan yang diperlukan untuk mencegah perilaku yang tidak diperlukan. Tapi bagi kebanyakan dari kita, hambatan sedikit saja dapat menghasilkan perbedaan antara mempertahankan kebiasaan baik dan terjerumus ke kebiasaan buruk. Bayangkan dampak kumulatif dari membuat puluhan perubahan ini dan hidup di lingkungan yang dirancang untuk menjadikan perilaku baik lebih mudah dan perilaku buruk lebih sulit.

Atomic Habits #13 Bagaimana Menghentikan Kebiasaan Menunda Menggunakan Aturan Dua Menit



     Menurut penelitian, sekitar 40-50% aksi kita pada suatu hari dilakukan karena kebiasaan. Tapi sejatinya, kebiasaan-kebiasaan itu juah lebih besar lagi. Kebiasaan adalah pilihan otomatis yang memengaruhi keputusan-keputusan berikutnya. Kebiasaan berfungsi seperti jalan masuk menuju jalan raya. Jalan itu mengantar kalian dan, sebelum kalian sadar, kalian beralih dengan cepat ke perilaku berikutnya. Rasanya lebih mudah melanjutkan apa yang sudah dilakukan daripada mulai melakukan sesuatu yang berbeda. dengan begini, kebiasaan-kebiasaan yang kalian ikuti tanpa berpikir sering kali menentukan pilihan-pilihan yang kalian buat ketika sedang berpikir.
     Setiap hari, ada beberapa momen yang memberikan hasil jauh lebih besar. Pilihan-pilihan kecil ini disebut sebagai “momen-momen menentukan”. Momen-momen yang menentukan ini menetapkan opsi-opsi yang tersedia untuk diri sendiri di masa sesudahnya. Opsi-opsi kalian dibatasi oleh apa yang tersedia. Opsi-opsi kalian dibentuk oleh pilihan pertama.


     Kita dibatasi oleh ke mana kebiasaan mengantar kita. Ini sebabnya sangatlah penting menguasai momen menentukan dalam menjalankan hari. Tiap hari terdiri atas banyak momen, tapi sesungguhnya hanya beberapa pilihan kebiasaan yang menentukan jalan yang kalian ambil. Pilihan-pilihan kecil ini bertumpuk, masing-masing menentukan lintasan yang kalian ambil pada detik-detik berikutnya.
     Bahkan ketika tahu bahwa kalian harus mulai dari yang kecil, mudah bagi kalian untuk mulai dengan terlalu besar. Ketika bermimpi akan membuat perubahan, mau tidak mau kalian dikuasai gairah dan akhirnya kalian berusaha melakukan terlalu banyak dalam waktu yang cepat. Cara paling efektif untuk melawan kecenderungan ini adalah Aturan Dua Menit.
     Gagasannya adalah membuat kebiasaan kalian dimulai semudah mungkin. Ini adalah strategi dahsyat karena begitu kalian memulai hal yang benar, jauh lebih mudah untuk melanjutkannya. Kebiasaan baru tidak harus terasa seperti tantangan. Aksi berikutnya mungkin menyulitkan, tapi dua menit pertamanya haruslah mudah. yang kalian inginkan adalah “kebiasaan pembuka”, yang secara alami mengantar kalian ke jalur yang lebih produktif.


     Bagi sebagian orang, aturan ini bisa terkesan seperti trik. Kalian tahu sasaran yang sesungguhnya adalah melakukan lebih dari hanya dua menit, jadi ini seperti membohongi diri sendiri. Strategi ini juga berhasil karena alasan lain: strategi ini memperkuat identitas yang ingin kalian bangun.
     Kita jarang berpikir tentang sasaran akhir. Lebih baik melakukan lebih sedikit daripada yang kalian harapkan ketimbang tidak melakukannya sama sekali. Pada suatu waktu, setelah kebiasaan itu mapan dan kalian berhasil melakukannya setiap hari, kalian dapat menggabungkan Aturan Dua Menit dengan teknik yang disebut habit shaping (pembentukan kebiasaan) untuk mengembangkan kebiasaan kalian ke skala menuju sasaran akhir kalian. Akhirnya, kalian akan sampai di kebiasaan yang sejak awal ingin kalian bangun sambil tetap mempertahankan fokus kalian di tempat yang seharusnya dua menit pertama.
     Setiap kali kerepotan mempertahankan kebiasaan, kalian dapat menerapkan Aturan Dua Menit. Ini adalah cara yang sangat sederhana untuk menjadikan kebiasaan kalian lebih mudah.



Atomic Habits #14 Bagaimana Menjadikan Kebiasaan Baik Tak Terhindarkan dan Kebiasaan Buruk Mustahil



     Terkadang kesuksesan itu hampir seperti menjadikan kebiasaan-kebiasaan baik sebagai sesuatu yang mudah dan kebiasaan-kebiasaan buruk sebagai sesuatu yang sulit. Ini kebalikan dari Hukum Ketiga Perubahan Perilaku: menjadikannya sulit. Jika terus menerum mengalami kesulitan dalam mewujudkan rencana-rencana kalian, kalian bisa menciptakan sesuatu tang disebut dengan “alat penjaga komitmen”.
     Alat penjaga komitmen adalah pilihan yang kalian buat saat ini untuk mengendalikan aksi0aksi kalian pada masa mendatang. Ini cara untuk menelikung perilaku di masa mendatang, membuat kalian hanya menjalankan kebiasaan baik, dan membatasi kalian dari kebiasaan buruk.
     Alat penjaga komitmen bermanfaat karena memungkinkan kalian mengambil keuntungan dari tujuan-tujuan baik sebelum kalian berisiko jatuh ke dalam godaan. Yang penting adalah mengubah tugas sehingga diperlukan upaya lebih banyak untuk menyimpang dari kebiasaan baik daripada untuk memulainya. Ketika tiba waktunya beraksi, cara satu-satunya untuk mangkir adalah membatalkan pertemuan yang memerlukan upaya dan mungkin mengharuskan kalian kehilangan uang.
     Alat penjaga komitmen memperbesar peluang kalian akan melakukan hal yang benar di masa mendatang dengan membuat kebiasaan-kebiasaan buruk sulit terwujud pada masa sekarang. Kita bisa menjadikan kebiasaan-kebiasaan baik tak terhindarkan dan kebiasaan-kebiasaan buruk mustahil.
     Cara terbaik untuk membongkar kebiasaan buruk adalah menjadikan pelaksanaannya tidak praktis. Perbesar hambatan sampai kalian bahkan enggan melakukannya. Sejumlah tindakan memberikan manfaat yang berulang. Pilihan yang hanya satu kali ini memang memerlukan sedikit kerepotan di awal tapi menciptakan pertambahan nilai sejalan dengan waktu.
     Tentu ada banyak cara untuk mengotomatiskan kebiasaan-kebiasaan bagus dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Umumnya, cara itu melibatkan teknologi untuk membantu kalian. Teknologi dapa mengubah aksi-aksi yang biasnya sulit, menyebalkan, dan rumit menjadi perilaku-perilaku yang mudah, tidak merepotkan, dan sederhana.
     Ini terutama berguna untuk perilaku0perilaku yang kebetulan jarang sekali menjadi kebiasaan. Hal-hal yang harus kalian lakukan sebulan sekali atau setahun sekali tidak pernah diulang cukup sering sampai menjadi kebiasaan, jadi dapat secara khusus memanfaatkan teknologi untuk “mengingat” bagi kalian.
     Ketika mengotomatiskan sebanyak mungkin kehidupan kalian, kalian dapat mengerahkan usaha pada tugas-tugas yang belum bisa dilakukan oleh mesin. Tiap kebiasaan yang kita serahkan pada otoritas teknologi membebaskan waktu dan energi kita untuk pertumbuhan berikutnya.
     Kekuatan teknologi juga dapat merugikan kita. Teknologi menciptakan tingkat kenyamanan yang memungkinkan kalian beraksi dengan petunjuk-petunjuk dan keinginan-keinginan yang minimal. Ketika upaya yang diperlukan untuk mewujudkan keinginan kalian menjadi hampir sama dengan nol, kalian tanpa sadar dapat hanyut oleh dorongan apa pun yang muncul pada saat itu. Sisi buruk otomatisasi adalah kita bisa mendapati siri beralih dari aksi mudah satu ke aksi mudah berikutnya tanpa menyediakan waktu untuk yang lebih sulit, padahal mungkin yang sulit itu akan memberikan ganjaran lebih besar.
     Ketika bekerja untuk kebaikan kalian, otomatisasi dapat menjadikan kebiasaan-kebiasaan baik tak terhindarkan dan kebiasaan-kebiasaan buruk mustahil. Ini cara paling baik untuk mengunci perilaku di masa mendatang alih-alih mengandalkan kekuatan kemauan pada saat ini. Dengan memanfaatkan alat penjaga komitmen, keputusan satu kali yang strategis, dan teknologi, kalian dapat menciptakan lingkungan yang tak terhindarkan.