moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT
Tampilkan postingan dengan label 3. Atomic Habits #6 Taktik-Taktik Tingkat Mahir; Bagaimanan Beralih dari Sekadar Bagus ke Benar-Benar Dahsyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 3. Atomic Habits #6 Taktik-Taktik Tingkat Mahir; Bagaimanan Beralih dari Sekadar Bagus ke Benar-Benar Dahsyat. Tampilkan semua postingan

Atomic Habits #18 Keberhasilan tentang Bakat (Ketika gen penting dan Kapan menjadi Tidak penting)



     Rahasia memaksimalkan peluang sukses kalian adalah memilih bidang persaingan yang tepat. Kebiasaan lebih mudah diterapkan, dan lebih memuaskan untuk dipertahankan, bila selaras dengan kecenderungan dan kemampuan alami kalian.
     Pengambilan strategi ini menuntut kita untuk menerima kebenaran sederhana bahwa orang dilahirkan dengan kemampuan berbeda-beda. Sebagian orang tidak suka membahas ini. Sepintas lalu, gen kalian terkesan tidak dapat berubah, dan apa enaknya bicara tentang hal yang di luar kendali kalian. Seolah-olah individu tertentu ditakdirkan untuk sukses sedangkan yang lain dikutuk untuk gagal. Inilah pandangan picik tentang pengaruh gen pada perilaku.
     Kekuatan genetika juga merupakan kelemahan. Gen tidak dapat diubah dengan mudah, artinya gen memberikan keunggulan pada situasi tertentu, sekaligus menjadi penghalang serius dalam situasi yang tidak selaras. Lingkungan menentukan keselarasan gen kita dan pemanfaatan bakat-bakat alam kita. Ketika lingkungan berubah, begitu juga dengan kualitas penentu kesuksesan.
     Ini tidak hanya berlaku untuk karakteristik fisik, tapi juga mental. Kompetensi sangat bergantung pada konteks. Orang yang unggul di suatu bidang tidak hanya sangat terlatih, tapi juga sangat sesuai untuk tugas itu. Gen tidak menentukan takdir kalian. Gen hanya menentukan bidang tempat kalian memiliki kesempatan.
     Gen kalian bekerja di bawah permukaan setiap kebiasaan. Gen terbukti berpengaruh terhadap segala sesuatu. Ada komponen genetik yang kuat tentang seberapa besar kepatuhan atau perlawanan kalian sewaktu berhadapan dengan otoritas. Sebagai gabungan, kumpulan bakat genetik unik akan menentukan kepribadian khusus kalian. Ada lima spektrum perilaku:
  1. Keterbukaan pada pengalaman.
  2. Kehati-hatian.
  3. Ekstraversi.
  4. Kecocokan.
  5. Neurotisisme.

     Kebiasaan tidak semata-mata ditentukan oleh kepribadian kita, tapi tidak ada keraguan bahwa gen mendorong kita ke arah tertentu. Preferensi kita yang berakar kuat akan membuat perilaku-perilaku tertentu lebih mudah bagi sebagian orang daripada bagi orang lain.
     Kalian harus membangun kebiasaan-kebiasaan yang berpeluang bagi kepribadian kalian. Kalian tidak harus membangun kebiasaan-kebiasaan yang disarankan orang lain. Pilihkan kebiasaan yang paling sesuai dengan kalian, bukan kebiasaan yang paling populer. Ada versi untuk setiap kebiasaan yang dapat mendatangkan kegembiraan dan kepuasan pada diri kalian. Carilah kebiasaan yang bisa dinikmati supaya bisa bertahan lama.
     Mendapatkan arena yang memiliki peluang kalian menang sangatlah penting untuk mempertahankan motivasi dan membuat kalian merasa sukses. Ambil kebiasaan yang tepat, maka kemajuan menjadi mudah. pendekatan paling umum adalah trial and error. Tapi hidup ini singkat. Kalian tidak punya waktu untuk mencoba setiap karier. Untungnya, ada cara efektif untuk mengelola situasi sulit ini, yaitu dengan explore/exploit trade-off.
     Pada awalnya kita ada masa eksplorasi, untuk mencoba sejumlah kemungkinan, mencermati sebanyak mungkin gagasan, dan menebar jala selebar-lebarnya. Lalu pindahkan fokus kalian ke solusi terbaik yang telah kalian temukan. Keseimbangan yang tepat bergantung pada apakah kalian sedang menang atau kalah. Kalau menang, teruslah bereksploitasi. Kalau kalah, teruslah bereksplorasi.
     Dalam jangka panjang, yang barangkali paling efektif adalah memperjuangkan strategi yang terkesan memberikan hasil pada 80-90% waktu dan bereksplorasi pada 10-20% sisanya.
     Ketika tidak mampu menang dengan menjadi lebih baik, kalian dapat menang dengan menjadi berbeda. dengan menggabungkan keterampilan, kalian mengurangi tingkat kompetisi, yang menjadikan kalian lebih mudah menonjol. Kalian dapat memintas perlunya keunggulan genetik dengan menulis ulang aturan-aturan.
     Salah satu cara terbaik untuk memastikan kebiasaan-kebiasaan kalian tetap memuaskan dalam jangka panjang adalah memilih perilaku-perilaku yang selaras dengan kepribadian dan keterampilan kalian. Bekerja keraslah pada hal-hal yang ternyata mudah.

Atomic Habits #19 Aturan Goldilocks: Bagaimana Tetap Termotivasi dalam Hidup dan Pekerjaan



     Otak manusia menyukai tantangan, tapi hanya jika berada dalam zona kesulitan yang optimal.  Jika kalian sungguh berusaha, fokus akan menguat. Perhatian kalian tak mudah teralihkan, dan kalian mendapati diri tertarik sepenuhnya pada apa yang sedang kalian lakukan. Ini tantangan, tapi dengan tingkat kesulitan yang masih terkendali, dan merupakan contoh pertama untuk Aturan Goldilocks.
     Aturan Goldilocks menyatakan bahwa manusia mengalami motivasi puncak ketika sedang mengerjakan tugas-tugas yang tepat berada di tepi terluar kemampuannya saat ini. Tidak terlalu sulit. Tidak terlalu mudah. tapi pas.
      Cukup banyak kemenangan membuatnya tetap termotivasi, tapi kesalahan yang timbul juga cukup untuk membuatnya tetap bekerja keras. Ketika kalian memulai kebiasaan baru, penting untuk mempertahankan perilaku itu semudah mungkin sehingga kalian dapat bertahan meski keadaan sedang tidak ideal. Ini gagasan yang dibahas dalam Hukum Ketiga Perubahan Perilaku.
     Namun, begitu kebiasaan menjadi mapan, penting untuk terus maju meski hanya sedikit. Perbaikan dan tantangan kecil ini membuat kalian tetap sibuk. Dan bila sampai tepat ke Zona Goldilocks kalian dapat meraih kondisi flow.


     Kondisi flow adalah pengalaman berada “dalam zona itu” dan terhanyut sepenuhnya dalam suatu aktivitas. Untuk mencapai kondisi flow, suatu tugas harus kira-kira 4% di atas kemampuan kalian saat ini. Gagasan pokok Aturan Goldilocks: mengerjakan tantangan dengan tingkat kesulitan masih terkendali—sesuatu yang masih berada di batas kemampuan—agaknya sangatlah penting untuk mempertahankan motivasi.
     Perbaikan memerlukan keseimbangan yang sangat halus. Kalian perlu secara teratur mencari tantangan yang mendorong kalian sampai ke batas sambil terus meraih kemajuan yang cukup agar tetap termotivasi.
     Menguasai sesuatu mengharuskan orang berlatih. Namun, makin sering orang berlatih, makin membosankan rutinitas yang dijalani. Yang harus dilakukan adalah datang ke sana beberapa hari berturut-turut atau mengunggah pesan melalui blog tepat waktu dan membiarkan satu hari berlalu tanpa terlalu terasa.
     Ancaman terbesar atas kesuksesan bukanlah kegagalan, melainkan rasa bosan. Kita menjadi bosan ketika kebiasaan itu tak lagi membuat kita bersemangat. Ini sebabnya banyak produk yang paling membentuk kebiasaan adalah produk yang menyediakan bentuk-bentuk baru secara sinambung.
     Ini dikenal sebagai “ganjaran yang berubah-ubah” atau variable reward. Irama ganjaran berubah-ubah. Sifat berubah-ubah ini dapat menimbulkan lonjakan dopamin, meningkatkan daya ingat, dan mempercepat pembentukan kebiasaan. Ganjaran yang berubah-ubah tidak akan menciptakan gairah tapi ganjaran seperti ini adalah cara yang dahsyat untuk menaikkan tingkat gairah yang sudah kita alami karena mengurangi kebosanan.
     Kita semua mempunyai sasaran yang ingin kita raih serta cita-cita yang ingin kita penuhi, tak peduli apa yang sedang kalian coba untuk lakukan dengan lebih baik, jika kalian berjuang hanya ketika hal itu mudah atau menarik, kalian tidak akan cukup konsisten untuk meraih hasil-hasil yang luar biasa.
     Satu-satunya cara untuk menjadi hebat adalah terus bersemangat ketika mengerjakan hal yang sama berulang0ulang. Kalian harus jatuh cinta pada kebosanan.

Atomic Habits #20 Pengorbanan dalam menciptakan Kebiasaan Baik



     Kebiasaan menciptakan landasan untuk penguasaan sesuatu. Ketika sangat mengetahui gerakan sederhana tanpa berpikir, kalian bebas untuk memberikan perhatian pada bagian-bagian di tingkat yang lebih tinggi. Dengan cara ini, kebiasaan menjadi tulang punggung dalam proses meraih kesempurnaan.
     Tapi, manfaat yang kita peroleh dari kebiasaan bukan tanpa pengorbanan. Saat kebiasaan sudah menjadi otomatis, kalian menjadi kurang peka terhadap umpan balik. Kita jadi lebih mudah membiarkan kesalahan terjadi. Kita berhenti berpikir tantang cara melakukannya secara baik.
     Sisi positif kebiasaan adalah kita dapat melakukan sesuatu tanpa berpikir. Sisi negatif kebiasaan adalah kita menjadi terbiasa melakukan sesuatu dengan cara tertentu dan berhenti memperhatikan kesalahan-kesalahan kecil. Kita beranggapan terus menjadi lebih baik karena makin berpengalaman. Kenyataannya kita hanya memperkuat kebiasaan saat ini.
     Biasanya penurunan performa yang kecil ini tidak membuat orang khawatir. Namun, ketika ingin memaksimalkan potensi dan meraih performa tingkat tinggi, kalian memerlukan pendekatan yang lebih beragam. Kalian tidak dapat mengulang hal-hal yang sama secara terus menerus lalu berharap menjadi istimewa. Kebiasaan itu perlu, tapi tidak cukup untuk meraih kepiawaian. Yang kalian perlukan adalah kombinasi antara kebiasaan yang otomatis dan praktik yang disengaja.
Kebiasaan + Praktik Disengaja = Penguasaan


     Untuk menjadi hebat, keterampilan tertentu memang perlu menjadi otomatis. Namun, setelah kebiasaan berhasil dikuasai, kalian harus kembali ke bagian pekerjaan yang lebih sulit dan mulai membangun kebiasaan berikutnya. Menjadi ahli adalah proses menyempitkan fokus ke elemen kesuksesan yang sangat kecil, mengulangnya sampai kalian menginternalkan keterampilan itu, lalu menggunakan kebiasaan baru ini sebagai landasan untuk maju ke batas pengembangan kalian berikutnya. Tiap kebiasaan membuka kunci ke tingkat performa berikutnya. Ini siklus yang tiada akhir.
     Walaupun kebiasaan-kebiasaan itu sangat berguna, yang kalian perlukan adalah cara untuk mempertahankan performa sepanjang waktu, agar kalian dapat terus memperhalus dan memperbaikinya. Tepat saat inilah kalian mulai merasa telah menguasai suatu keterampilan, jadi kalian harus menghindari jatuh ke jebakan rasa puas diri. Solusinya, buat sistem untuk refleksi dan peninjauan ulang.
     Refleksi dan peninjauan ulang memungkinkan perbaikan jangka panjang atas semua kebiasaan karena membuat kalian menyadari kesalahan kalian dan membantu kalian mempertimbangkan cara-cara yang mungkin untuk memperbaiki. Tanpa refleksi, kita bisa mencari-cari alasan, membuat rasionalisasi, dan berbohong pada diri sendiri. Kita tidak memiliki proses untuk menentukan apakah performa kita naik atau turun dibanding kemarin. Juara di semua bidang pun menggunakan bermacam-macam cara untuk refleksi dan peninjauan ulang, dan proses itu tidak harus rumit.
     Perbaikan tidak hanya tentang membentuk kebiasaan, tapi juga tentang menyempurnakannya. Keduanya menjamin kalian mengerahkan waktu pada hal-hal yang benar dan membuat koreksi arah setiap kali diperlukan. Kalian tidak ingin mempertahankan suatu kebiasaan kalau kebiasaan itu tidak efektif.
     Refleksi juga dapat memberi kita perspektif yang benar. Kebiasaan sehari-hari berperan besar karena strukturnya yang kompleks, tapi terlalu mencemaskan pilihan sehari-hari itu seperti melihat diri dalam cermin pada jarak yang terlalu dekat. Kalian tidak bisa melihat gambaran keseluruhan. Akhirnya, refleksi dan peninjauan ulang menawarkan waktu yang ideal untuk melihat kembali aspek-aspek paling penting dalam perubahan perilaku: identitas.
     Pada awalnya, mengulang kebiasaan itu penting untuk membangun bukti tentang identitas yang kalian kehendaki. Ketika kalian sudah mengenakan identitas baru, keyakinan-keyakinan yang sama dapat menghambat kalian dalam perjalanan ke tingkat pertubuhan berikutnya. Ketika bekerja melawan kalian, identitas kalian menciptakan semacam “kesombongan” yang mendorong penyangkalan terhadap titik-titik lemah dan mencegah kalian mengalami pertumbuhan yang sesungguhnya. Ini salah satu kekurangan terbesar sewaktu kita membangun kebiasaan.
     Kebiasaan memberikan sejumlah manfaat, tapi sisi negatifnya adalah dapat mengunci kita pada pola pikir dan bertindak yang sudah ada. Kalian perlu secara berkala memeriksa kembali untuk melihat apakah kebiasaan dan keyakinan lama masih bekerja bagi kalian. Tidak memiliki kesadaran diri adalah racun. Refleksi dan peninjuan ulang adalah obatnya.