Otak manusia menyukai tantangan,
tapi hanya jika berada dalam zona kesulitan yang optimal. Jika kalian sungguh berusaha, fokus akan menguat.
Perhatian kalian tak mudah teralihkan, dan kalian mendapati diri tertarik
sepenuhnya pada apa yang sedang kalian lakukan. Ini tantangan, tapi dengan
tingkat kesulitan yang masih terkendali, dan merupakan contoh pertama untuk Aturan
Goldilocks.
Aturan Goldilocks menyatakan
bahwa manusia mengalami motivasi puncak ketika sedang mengerjakan tugas-tugas
yang tepat berada di tepi terluar kemampuannya saat ini. Tidak terlalu sulit. Tidak
terlalu mudah. tapi pas.
Cukup banyak kemenangan
membuatnya tetap termotivasi, tapi kesalahan yang timbul juga cukup untuk
membuatnya tetap bekerja keras. Ketika kalian memulai kebiasaan baru, penting
untuk mempertahankan perilaku itu semudah mungkin sehingga kalian dapat
bertahan meski keadaan sedang tidak ideal. Ini gagasan yang dibahas dalam Hukum
Ketiga Perubahan Perilaku.
Namun, begitu kebiasaan menjadi
mapan, penting untuk terus maju meski hanya sedikit. Perbaikan dan tantangan
kecil ini membuat kalian tetap sibuk. Dan bila sampai tepat ke Zona Goldilocks
kalian dapat meraih kondisi flow.
Kondisi flow adalah
pengalaman berada “dalam zona itu” dan terhanyut sepenuhnya dalam suatu
aktivitas. Untuk mencapai kondisi flow, suatu tugas harus kira-kira 4%
di atas kemampuan kalian saat ini. Gagasan pokok Aturan Goldilocks: mengerjakan
tantangan dengan tingkat kesulitan masih terkendali—sesuatu yang masih berada
di batas kemampuan—agaknya sangatlah penting untuk mempertahankan motivasi.
Perbaikan memerlukan keseimbangan
yang sangat halus. Kalian perlu secara teratur mencari tantangan yang mendorong
kalian sampai ke batas sambil terus meraih kemajuan yang cukup agar tetap
termotivasi.
Menguasai sesuatu mengharuskan
orang berlatih. Namun, makin sering orang berlatih, makin membosankan rutinitas
yang dijalani. Yang harus dilakukan adalah datang ke sana beberapa hari
berturut-turut atau mengunggah pesan melalui blog tepat waktu dan membiarkan
satu hari berlalu tanpa terlalu terasa.
Ancaman terbesar atas kesuksesan
bukanlah kegagalan, melainkan rasa bosan. Kita menjadi bosan ketika kebiasaan
itu tak lagi membuat kita bersemangat. Ini sebabnya banyak produk yang paling
membentuk kebiasaan adalah produk yang menyediakan bentuk-bentuk baru secara
sinambung.
Ini dikenal sebagai “ganjaran
yang berubah-ubah” atau variable reward. Irama ganjaran berubah-ubah. Sifat
berubah-ubah ini dapat menimbulkan lonjakan dopamin, meningkatkan daya ingat,
dan mempercepat pembentukan kebiasaan. Ganjaran yang berubah-ubah tidak akan
menciptakan gairah tapi ganjaran seperti ini adalah cara yang dahsyat untuk
menaikkan tingkat gairah yang sudah kita alami karena mengurangi kebosanan.
Kita semua mempunyai sasaran
yang ingin kita raih serta cita-cita yang ingin kita penuhi, tak peduli apa
yang sedang kalian coba untuk lakukan dengan lebih baik, jika kalian berjuang
hanya ketika hal itu mudah atau menarik, kalian tidak akan cukup konsisten
untuk meraih hasil-hasil yang luar biasa.
Satu-satunya cara untuk menjadi
hebat adalah terus bersemangat ketika mengerjakan hal yang sama berulang0ulang.
Kalian harus jatuh cinta pada kebosanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar