Setiap perilaku memiliki gairah di
tingkat permukaan dan motif yang lebih dalam. Gairah hanyalah manifestasi
tertentu untuk motif yang lebih dalam. Otak manusia tidak berkembang. Di tingkat
yang dalam, kalian hanya ingin mengurangi ketidakpastian dan mengurangi
kecemasan, diterima dan diakui dalam pergaulan, dan meraih status. Jika kalian
perhatikan setiap produk yang membentuk kebiasaan, kalian akan melihat bahwa
hampir semua produk itu tidak menciptakan motivasi baru, tapi sekadar
memanfaatkan motif manusiawi yang sudah ada.
Kebiasaan kalian di zaman modern
adalah solusi untuk hasrat dari masa lalu. Versi baru kesalahan moral lama. Motif
di balik perilaku manusia tetap sama. Kebiasaan tertentu yang kita lakukan
berbeda hanya dalam periode sejarah. Bagian yang sangat kuat adalah: ada banyak
cara berbeda untuk memenuhi motif mendasar yang sama. Kebiasaan kalian saat ini
tidak harus merupakan cara terbaik untuk memecahkan masalah yang kalian hadapi;
cara itu hanya kebetulan telah kalian pelajari.
Semua kebiasaan terkait dengan
asosiasi. Asosiasi yang menentukan apakah menurut kita suatu kebiasaan layak
diulang atau tidak. Kalian melihat petunjuk, mengelompokkannya berdasarkan
pengalaman masa lalu, lalu menentukan tanggapan yang paling sesuai. Ini berlangsung
dalam sekejap, tapi memainkan peran yang sangat penting dalam kebiasaan karena
setiap aksi didahului dengan prediksi. Hidup terasa reaktif, padahal
sesungguhnya hidup itu prediktif.
Perilaku kita sangat bergantung pada prediksi. Dengan kata lain,
perilaku kita sangat bergantung pada bagaimana kita menafsirkan peristiwa yang
terjadi pada diri kita, tidak harus realitas objektif peristiwa itu sendiri. Petunjuk
yang sama dapat memicu kebiasaan baik atau sebaliknya, tergantung prediksi
kalian. Penyebab kebiasaan kalian sesungguhnya adalah prediksi yang
mendahuluinya.
Prediksi ini mengantar ke
perasaan, yang terkait dengan bagaimana kita biasa menjelaskan gairah. Perasaan
dan emosi mengubah petunjuk yang kita dapatkan dan prediksi yang kita buat
menjadi sinyal yang dapat kita terapkan.
Gairah adalah perasaan bahwa ada
sesuatu yang hilang. Gairah adalah hasrat untuk mengubah keadaan internal. Kesenjangan
antara keadaan saat ini dan keadaan yang kalian inginkanlah yang memberi alasan
untuk beraksi.
Hasrat adalah perbedaan antara
di mana kalian sekarang dan di mana kalian ingin berada pada masa mendatang. Perasaan
dan emosi memberitahu kita entah untuk bertahan pada keadaan saat ini atau
melakukan perubahan. Perasaan dan emosi membantu kita memutuskan arah aksi yang
paling baik.
Kalian bisa menjadikan kebiasaan
sulit lebih menarik jika berhasil mengaitkan kebiasaan itu dengan pengalaman
positif. Terkadang, yang kalian perlukan hanya sedikit perubahan pola pikir. Membingkai
ulang kebiasaan dengan lebih berfokus pada manfaat ketimbang kerugian adalah
cara yang cepat dan mudah untuk memprogram ulang pikiran dan menjadikan
kebiasaan terkesan lebih menarik.
Perubahan pola pikir kecil bukan
sesuatu yang ajaib, tapi bisa membantu mengubah perasaan-perasaan yang kalian
kaitkan dengan kebiasaan atau situasi tertentu. Jika ingin lebih maju, kalian
dapat menciptakan ritual motivasi. Latihlah menghubungkan kebiasaan-kebiasaan
kalian dengan sesuatu yang kalian nikmati, lalu kalian bisa menggunakan
petunjuk itu setiap kali memerlukan sedikit motivasi.
Kunci dalam menemukan dan
mengoreksi penyebab kebiasaan-kebiasaan buruk kalian adalah membingkai ulang
asosiasi yang kalian miliki tentang kebiasaan-kebiasaan itu. Tidak mudah, tapi
jika dapat memprogram ulang prediksi-prediksi kalian, kalian bisa mengubah
kebiasaan yang sulit menjadi kebiasaan yang menarik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar