moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #10 Bagaimana Menemukan dan Mengoreksi Penyebab Kebiasaan Buruk Anda



     Setiap perilaku memiliki gairah di tingkat permukaan dan motif yang lebih dalam. Gairah hanyalah manifestasi tertentu untuk motif yang lebih dalam. Otak manusia tidak berkembang. Di tingkat yang dalam, kalian hanya ingin mengurangi ketidakpastian dan mengurangi kecemasan, diterima dan diakui dalam pergaulan, dan meraih status. Jika kalian perhatikan setiap produk yang membentuk kebiasaan, kalian akan melihat bahwa hampir semua produk itu tidak menciptakan motivasi baru, tapi sekadar memanfaatkan motif manusiawi yang sudah ada.
     Kebiasaan kalian di zaman modern adalah solusi untuk hasrat dari masa lalu. Versi baru kesalahan moral lama. Motif di balik perilaku manusia tetap sama. Kebiasaan tertentu yang kita lakukan berbeda hanya dalam periode sejarah. Bagian yang sangat kuat adalah: ada banyak cara berbeda untuk memenuhi motif mendasar yang sama. Kebiasaan kalian saat ini tidak harus merupakan cara terbaik untuk memecahkan masalah yang kalian hadapi; cara itu hanya kebetulan telah kalian pelajari.
     Semua kebiasaan terkait dengan asosiasi. Asosiasi yang menentukan apakah menurut kita suatu kebiasaan layak diulang atau tidak. Kalian melihat petunjuk, mengelompokkannya berdasarkan pengalaman masa lalu, lalu menentukan tanggapan yang paling sesuai. Ini berlangsung dalam sekejap, tapi memainkan peran yang sangat penting dalam kebiasaan karena setiap aksi didahului dengan prediksi. Hidup terasa reaktif, padahal sesungguhnya hidup itu prediktif.
     Perilaku kita sangat  bergantung pada prediksi. Dengan kata lain, perilaku kita sangat bergantung pada bagaimana kita menafsirkan peristiwa yang terjadi pada diri kita, tidak harus realitas objektif peristiwa itu sendiri. Petunjuk yang sama dapat memicu kebiasaan baik atau sebaliknya, tergantung prediksi kalian. Penyebab kebiasaan kalian sesungguhnya adalah prediksi yang mendahuluinya.
     Prediksi ini mengantar ke perasaan, yang terkait dengan bagaimana kita biasa menjelaskan gairah. Perasaan dan emosi mengubah petunjuk yang kita dapatkan dan prediksi yang kita buat menjadi sinyal yang dapat kita terapkan.
     Gairah adalah perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang. Gairah adalah hasrat untuk mengubah keadaan internal. Kesenjangan antara keadaan saat ini dan keadaan yang kalian inginkanlah yang memberi alasan untuk beraksi.
     Hasrat adalah perbedaan antara di mana kalian sekarang dan di mana kalian ingin berada pada masa mendatang. Perasaan dan emosi memberitahu kita entah untuk bertahan pada keadaan saat ini atau melakukan perubahan. Perasaan dan emosi membantu kita memutuskan arah aksi yang paling baik.
     Kalian bisa menjadikan kebiasaan sulit lebih menarik jika berhasil mengaitkan kebiasaan itu dengan pengalaman positif. Terkadang, yang kalian perlukan hanya sedikit perubahan pola pikir. Membingkai ulang kebiasaan dengan lebih berfokus pada manfaat ketimbang kerugian adalah cara yang cepat dan mudah untuk memprogram ulang pikiran dan menjadikan kebiasaan terkesan lebih menarik.
     Perubahan pola pikir kecil bukan sesuatu yang ajaib, tapi bisa membantu mengubah perasaan-perasaan yang kalian kaitkan dengan kebiasaan atau situasi tertentu. Jika ingin lebih maju, kalian dapat menciptakan ritual motivasi. Latihlah menghubungkan kebiasaan-kebiasaan kalian dengan sesuatu yang kalian nikmati, lalu kalian bisa menggunakan petunjuk itu setiap kali memerlukan sedikit motivasi.
     Kunci dalam menemukan dan mengoreksi penyebab kebiasaan-kebiasaan buruk kalian adalah membingkai ulang asosiasi yang kalian miliki tentang kebiasaan-kebiasaan itu. Tidak mudah, tapi jika dapat memprogram ulang prediksi-prediksi kalian, kalian bisa mengubah kebiasaan yang sulit menjadi kebiasaan yang menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar