moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #9 Peran Keluarga dan Teman dalam Membentuk Kebiasaan



     Manusia sama seperti hewan yang suka bergerombol. Kita ingin merasa bersesuaian, terikat dengan yang lain, dan mendapatkan rasa hormat serta persetujuan dari sesama kita. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini sangat penting bagi kemampuan bertahan hidup kita. Sementara itu, mereka yang berkolaborasi dan memiliki ikatan dengan yang lain merasa makin aman, dapat mempunyai pasangan, dan bisa menikmati sumber daya bersama. Salah satu hasrat manusiawi yang paling dalam adalah merasa dimiliki.
     Kita tidak memilih kebiasaan di babak awal hidup kita; kita meniru. Kita seperti mengikuti naskah orang-orang di sekitar kita dan di lingkungan yang lebih besar. Tiap kultur dan kelompok memiliki seperangkat harapan dan standar masing-masing. Dalam banyak hal, norma-norma sosial ini adalah aturan-aturan tak terlihat yang mengarahkan perilaku kalian setiap hari. Kalian pasti selalu mengingatnya. Sering kali kalian mengikuti kebiasaan dalam kultur itu tanpa berpikir, tanpa bertanya, dan terkadang tanpa mengingat.
“Adat dan gaya hidup dalam masyarakat menyapu habis kita semua.” – Michel de Montigne
     Sering kali hidup seiring dan sejalan dengan kelompok tidak terasa sebagai beban. Semua orang ingin merasa dimiliki. Seiring dan sejalan menumbuhkan keyakinan bahwa kalian “bagian dari mereka”. Perilaku menjadi menarik ketik membantu kita menjadi sesuai.
     Kita meniru kebiasaan dari tiga kelompok berikut:
  1. Yang akrab dengan kita.
  2. Yang banyak.
  3. Yang berkuasa.

     Tiga kelompok menawarkan peluang untuk mendapatkan manfaat dari Kaidah Kedua Perubahan Perilaku dan menjadikan kebiasaan kita lebih menarik.

Meniru Orang yang Akrab
     Kita meniru kebiasaan orang-orang di sekitar kita. kita cenderung mencobanya juga. Kadang kita meniru orang di sekitar kita tanpa menyadarinya. Makin akrab kita dengan seseorang, makin mungkin kita meniru beberapa kebiasaan mereka. Satu hal paling efektif yang dapat dilakukan untuk membangun kebiasaan yang lebih baik adalah bergabung dengan kultur tempat perilaku yang kalian inginkan dianggap perilaku yang normal.
     Agar kebiasaan kalian lebih menarik lagi, bergabunglah dengan kultur tempat perilaku yang kalian inginkan dianggap sebagai perilaku normal dan kalian sudah memiliki kesamaan dengan kelompok. Tidak ada yang lebih mendukung motivasi dibandingkan menjadi anggota kelompok. Kondisi itu mengubah proyek pribadi menjadi proyek bersama.

Meniru Orang Banyak


     Setiap kali tidak yakin bagaimana harus bertindak, kita mencermati reaksi kelompok untuk memandu perilaku kita. Kita terus memantau lingkungan kita sambil bertanya “Apa yang dilakukan oleh semua orang lain?”. Biasanya ini menjadi strategi yang cerdas. Ada banyak bukti untuk itu. Namun, bisa juga ada sisi buruknya.
     Perilaku normal kelompok sering kali mengalahkan perilaku yang diinginkan oleh perorangan. Ada tekanan internal yang sangat kuat untuk tunduk pada norma-norma kelompok. Pikiran manusia tahu bagaimana harus menyesuaikan diri dengan orang lain. Kita dibuat ingin sejalan dengan kebanyakan orang lain. Ini modus alami. Kalian bisa melawannya, tapi tidak mudah. berjalan melawan arus dalam kultur tempat kalian tinggal menuntut kerja lebih keras.
     Ketika mengubah kebiasaan berarti menantang kelompok, perubahan itu tidak menarik. Ketika mengubah kebiasaan berarti menjadi lebih sesuai dengan kelompok, perubahan itu sangat menarik.

Meniru Orang yang Berkuasa
     Manusia di mana pun berusaha meraih kekuasaan, kehormatan, dan status. Kita tertarik meniru perilaku-perilaku yang membuat kita dihormati, disepakati, dipuji, dan memiliki status. Jadi, begitu berhasil menyesuaikan diri, kita mulai mencari cara untuk menonjol dibanding orang lain.
     Itulah alasan kita begitu peduli terhadap kebiasaan orang yang sangat efektif. Kita meniru perilaku orang sukses karena kita sendiri ingin sukses. Jika suatu perilaku dapat membuat kita disetujui, dihormati, dan dipuji, kita merasa perilaku itu menarik. Kita juga termotivasi untuk menghindari perilaku yang akan menurunkan status kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar