Kebanyakan orang, selalu
memberikan taksiran lebih atas pentingnya suatu momen yang menentukan dan memberikan
taksiran nilai terlalu rendah atas upaya membuat perbaikan kecil yang dilakukan
setiap hari. Perbaikan 1% sering kali tak terlalu terasa—kadang malah tak
terlihat—padahal perbaikan itu dapat jauh lebih bermakna, terutama dalam jangka
panjang. Perubahan dari suatu perbaikan sangat kecil tapi berlanjut dalam waktu
lama bisa sangat dahsyat.
Kebiasaan adalah bunga majemuk
dalam perbaikan diri. Pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat saat kalian
mengulang-ulang kebiasaan itu. Dalam kehidupan sehari-hari konsep ini mungkin
sulit dianggap baik. Kita sering mengabaikan perubahan-perubahan kecil karena
terkesan tidak begitu penting.
Sayangnya, laju transformasi
yang lambat juga memudahkan kita membiarkan kebiasaan buruk tetap terjadi. Suatu
keputusan tunggal mudah dibatalkan. Namun, ketika kita mengulang 1% kesalahan,
hari demi hari, dengan mengulang keputusan-keputusan buruk, mengulang
kesalah-kesalahan kecil, pilihan-pilihan kecil kita mengalami proses bunga
majemuk sampai jadi racun. Akumulasi banyak salah langkah inilah yang akhirnya
mengantar ke masalah.
Suatu perubahan kecil dalam
kebiasaan sehari-hari dapat membuat kalian tiba di sasaran yang sangat berbeda.
membuat pilihan yang 1% lebih baik atau 1% lebih buruk terkesan tak bermakna
pada suatu saat, tapi dalam rentang waktu panjang pilihan tersebut menentukan
perbedaan antara siapa kalian sekarang dan siapa kalian nanti. Sukses adalah
produk kebiasaan sehari-hari.
Itu berarti, tidak penting
seberapa sukses atau seberapa gagal kalian saat ini. Yang penting adalah apakah
kebiasaan-kebiasaan kalian menempatkan diri kalian pada jalur menuju kesuksesan
atau tidak. Kalian harus jauh lebih peduli pada arah tujuan kalian saat ini
daripada hasil-hasil kalian saat ini. Hasil-hasil akan menunjukkan ukuran yang
mengikuti kebiasaan-kebiasaan kalian.
Kebiasaan itu seperti pedang bermata
dua. Kebiasaan bisa menguntungkan, dapat menjadi teman atau menjadi lawan;
itulah sebabnya kita wajib memahami seluk beluknya.
Kebiasaan sering kali muncul
tanpa keistimewaan sampai kalian melewati suatu ambang batas kritis dan membuka
pintu ke tataran performa baru. Pada babak awal dan babak tengah suatu proyek
atau usaha, sering kali ada yang disebut Lembah Kekecewaan. Perubahan terkesan
tidak efektif di awal-awal. Rasanya seperti jalan di tempat. Hasil maksimalnya
terpaksa tertunda. Agar mendapatkan perubahan yang bermakna, kebiasaan perlu
dipertahankan cukup lama untuk bisa membuat terobosan ke Dataran Potensi Laten.
Ketika akhirnya kalian tembus ke Dataran Potensi Laten, orang menyebutnya
dengan kesuksesan mendadak. Dunia hanya melihat bagian peristiwa yang dramatis,
tidak melihat yang terjadi sebelumnya.
Semua hal besar berasal dari awal yang kecil. Bibit setiap
kebiasaan adalah keputusan tunggal yang sangat kecil. Namun ketika keputusan
itu diulang, kebiasaan berakar dan tumbuh makin kuat.
Kalian tidak mencapai level sasaran. Kalian jatuh di level sistem.
Berfokus pada sistem
keseluruhan, bukan sasaran tunggal. Atomic habit adalah kebiasaan kecil
yang merupakan bagian dari sistem yang lebih besar. Sama seperti atom ikut
membangun molekul, atomic habit adalah unsur pembangun hasil-hasil yang
menakjubkan. Jika menginginkan hasil yang lebih baik, jangan memusingkan
sasaran terlebih dahulu. Sebgai gantinya , berfokuslah pada sistem kalian.
Tujuan menetapkan sasaran adalah
memenangkan pertandingan. Tujuan membangun sistem adalah terus berprestasi
dalam bidang yang sama.
Masalah 1: Pemenang dan pecundang memiliki sasaran yang sama
Masalah 2: Meraih sasaran hanya perubahan sesaat.
Masalah 3: Sasaran membatasi kebahagiaan kalian.
Masalah 4: Sasaran tidak bersesuaian dengan kemajuan jangka panjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar