moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #2 Bagaimana Kebiasaan Memberntuk Indentitas Anda (dan Sebaliknya)



     Begitu terbentuk, kebiasaan itu terkesan melekat untuk selamanya. Mengubah kebiasaan menjadi sulit karena dua alasan: Kita berusaha mengubah sesuatu tapi salah sasaran dan Kita berusaha mengubah kebiasaan dengan cara yang keliru.


     Kesalahan pertama adalah berusaha mengubah sesuatu tapi salah sasaran. Bayangkan seperti lapisan-lapisan dalam sebutir bawang. Lapisan pertama mengubah hasil kalian. Lapisan ini terkait mengubah hasil. Kebanyakan sasaran yang kalian tetapkan berhubungan dengan lapisan perubahan ini. Lapisan kedua adalah mengubah proses kalian. Lapisan ini terkait dengan mengubah kebiasaan dan sistem. Kebanyakan kebiasaan yang kalian bangun terkait dengan ini. Lapisan ketiga dan paling dalam adalah mengubah identitas kalian. Lapisan ini terkait dengan mengubah keyakinan. Sebagian keyakinan, asumsi, dan kecenderungan yang kalian pegang terkait dengan lapisan ini.
     Banyak orang memulai proses pengubahan kebiasaan dengan berfokus pada apa yang ingin mereka raih. Ini mengantar kita kepada kebiasaan berbasis hasil. Alternatifnya adalah membangun kebiasaan berbasis identitas. Dengan pendekatan ini, kita mulai dengan berfokus pada kita ingin menjadi sosok seperti apa.


     Kebanyakan orang bahkan tidak mempertimbangkan perubahan identitas ketika mereka menetapkan ingin memperbaiki diri. Mereka menetapkan sasaran dan menentukan aksi-aksi yang harus mereka ambil untuk meraih sasaran itu tanpa mempertimbangkan keyakinan-keyakinan yang mendorong aksi-aksi itu.
      Dibalik setiap sistem aksi terdapat sistem keyakinan. Contohnya sistem demokrasi didasarkan pada keyakinan kebebasan, kekuasaan mayoritas, dan keadilan sosial. Sistem kediktatoran memiliki seperangkat keyakinan yang berbeda, seperti otoritas mutlak dan kepatuhan ketat. Pola serupa berlaku pada individu. Ada seperangkat keyakinan dan pengandaian yang membentuk sistem, identitas di balik kebiasaan-kebiasaan.
     Perilaku yang tidak bersesuaian dengan diri tidak akan tahan lama. Mengubah kebiasaan itu sulit jika kalian tidak pernah mengubah keyakinan mendasar mengantar ke perilaku lama. Kalian mempunyai sasaran baru dan rencana baru, tapi kalian tidak mengubah siapa kalian.
     Bentuk akhir motivasi yang muncul secara alami adalah ketika kebiasaan menjadi bagian dari identitas kalian. Di satu pihak kita mengatakan bahwa kita tipe orang yang menginginkan ini. Ini sangat berbeda dengan mengatakan kita tipe orang seperti ini.
     Semakin bangga kalian terhadap aspek tertentu dalam identitas kalian, makin termotivasi kelian untuk mempertahankan kebiasaan-kebiasaan yang terkait dengannya. Ketika kebanggaan kalian ikut berperan, kalian akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan kebiasaan kalian.
     Perubahan perilaku yang sejati adalah perubahan identitas. Kalian mungkin memulai datu kebiasaan karena termotivasi, tapi satu-satunya penyebab yang membuat kalian bertahan adalah karena kebiasaan itu merupakan bagian identitas kalian.
     Perilaku kalian biasanya mencerminkan identitas kalian. Hal yang kalian kerjakan menunjukkan tipe pribadi yang kalian yakini adalah diri kalian. Ketika perilaku dan identitas kalian benar-benar selaras, kalian tak lagi harus berusaha mengubah perilaku. Kalian sekadar bertindak seperti tipe yang kalian yakini sebagai diri kalian sendiri.
     Ini pun seperti pedang bermata dua. Ketika sedang bekerja untuk kalian, perubahan identitas dapat menjadi kekuatan yang dahsyat untuk perbaikan diri. Namun, ketika sedang bekerja melawan kalian, perubahan identitas dapat menjadi kutukan.
     Identitas muncul dari kebiasaan-kebiasaan kalian. Setiap aksi sama seperti suara dukungan untuk tipe orang yang kalian inginkan. Menjadi versi terbaik diri kalian menuntut kalian terus menerus mengedit keyakinan-keyakinan, dan meningkatkan serta memperluas identitas kalian. Alasan utama kebiasaan itu penting bukan karena memberi kalian hasil-hasil yang baik (meskipun bisa), tetapi karena kebiasaan dapat mengubah keyakinan tentang diri kalian sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar