Kebiasaan adalah perilaku yang
telah diulang dengan frekuensi cukup untuk menjadi otomatis. Proses pembentukan
kebiasaan dimulai dengan upaya coba-coba. Awalnya kalian menghadapi suatu
masalah dan tidak yakin bagaimana memecahkannya. Aktivitas neurologis dalam otak
menjadi tinggi selama periode ini. Kalian dengan cermat menganalisis situasi
dan membuat keputusan-keputusan sadar tentang apa yang akan dikerjakan, kelian
mengumpulkan informasi dan mencoba memahami, dan otak mempelajari rangkaian
aksi yang paling efektif.
Setelah menemukan imbalan yang
tak terduga, kali berikutnya kalian mengubah strategi. Otak kalian langsung
mulai membuat katalog tentang peristiwa-peristiwa yang mendahului imbalan itu. Inilah
lingkaran umpan balik atau feedbak loop. Melalui latihan,
gerakan-gerakan yang tidak berguna pelan-pelan hilang dan aksi-aksi yang
berguna mengalami penguatan. Begitulah kebiasaan terbentuk.
Setiap kali menghadapi masalah
yang sama, otak mulai mengotomatiskan proses pemecahannya. Ketika kebiasaan
terbentuk, tingkat aktivitas dalam otak berkurang. Kebiasaan adalah jalan pintas
mental yang dipelajari dari pengalaman. Itu hanyalah memori tentang
langkah-langkah yang pernah diambil.
Pembentukan kebiasaan sangat
berguna karena pikiran sadar adalah sumber kemacetan dalam otak. Otak hanya
dapat memperhatikan masalah satu demi satu. Setiap kali memungkinkan, pikiran
sadar senang mendelegasikan tugas pada pikiran bawah sadar untuk bekerja secara
otomatis. Ini tepatnya yang terjadi ketika kebiasaan terbentuk.
Kebiasaan tidak membatasi kebebasan.
Kebiasaan justru menciptakannya. Bila selalu dipaksa membuat keputusan untuk
tugas-tugas sederhana, berarti kalian mempunyai jatah kebebasan yang lebih
sedikit. Sebaliknya, ketika kebiasaan-kebiasaan kalian sudah mapan dan hal-hal
dasar dalam hidup sesudah tertangani dengan baik, pikiran kalian bebas untuk
berfokus pada tantangan-tantangan baru dan menguasai kumpulan masalah
berikutnya.
Proses membangun kebiasaan dapat
dibagi menjadi empat langkah: mendapatkan petunjuk (cue), menumbuhkan
gairah (craving), menanggapi (response), dan menikmati hasil (reward).
Pertama, ada petunjuk. Petunjuk memicu
otak untuk memulai perilaku. Inilah informasi kecil yang meramalkan imbalan. Pikiran
kalian terus menganalisis situasi kalian, baik internal maupun eksternal, untuk
mendapatkan petunjuk tentang letak suatu ganjaran. Petunjuk itu merupakan
indikator pertama yang dekat dengan ganjaran, sehingga itu membangkitkan
gairah.
Gairah adalah tahap kedua, dan
gairah atau nafsu menjadi kekuatan penggerak di balik setiap kebiasaan. Tanpa motivasi
atau nafsu di tingkat tertentu, kita tidak memiliki alasan untuk beraksi. Yang kalian
gairahkan bukan kebiasaan itu sendiri, melainkan perubahan situasi yang
diberikannya. Setiap gairah terkait dengan hasrat untuk mengubah situasi
internal kalian. Gairah pada orang yang satu berbeda dari orang lain. Suatu informasi
dapat memicu gairah, tapi dalam praktiknya orang tidak termotivasi oleh
petunjuk yang sama. Petunjuk tidak bermakna sampai orang berhasil
menafsirkannya.
Langkah ketiga adalah
menanggapi. Tanggapan adalah kebiasaan sesungguhnya yang kalian lakukan, yang berwujud
pikiran atau aksi. Suatu tanggapan terjadi atau tidak terjadi itu bergantung
pada seberapa besar motivasi kalian dan seberapa besar kaitannya dengan
perilaku.
Akhirnya, tanggapan menghasilkan
imbalan. Ganjaran adalah sasaran akhir setiap kebiasaan. Petunjuk terkait
dengan melihat imbalan. Gairah berkaitan dengan hasrat terhadap ganjaran. Kita mencari
ganjaran karea ada dua hal yang dapat dipenuhi: ganjaran membuat kita puas dan
ganjaran mengajarkan sesuatu kepada kita.
Kita bisa membagi empat tahap
ini menjadi dua fase: masalah dan solusi. Fase masalah terjadi ketika kalian
sadar ada sesuatu yang perlu berubah. Dan fase solusi terjadi ketika kalian
beraksi dan meraih perubahan yang kalian dambakan.
Empat kaidah perubahan perilaku
adalah seperangkat aturan sederhana yang dapat digunakan untuk membangun
kebiasaan-kebiasaan baik. Hal itu menjadikannya terlihat, menjadikannya menarik,
menjadikannya mudah, dan menjadikannya memuaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar