Otak manusia sungguh mesin
peramal. Otak terus mengamati sekeliling kalian dan menganalisis informasi yang
padanya. Kapan pun kalian mengalami sesuatu yang berulang, otak kalian mulai
melihat apa yang penting, memilah semua detail dan berfokus pada
petunjuk-petunjuk yang relevan, kemudian mencatat informasi itu untuk pemakaian
di masa mendatang.
Dengan latihan yang cukup, kalian
juga bisa mengenali petunjuk-petunjuk yang meramalkan hasil-hasil tertentu
tanpa secara sadar memikirkannya. Secara otomatis, otak kalian menyandikan
pelajaran-pelajaran yang dipetik dari pengalaman-pengalaman. Kita meremehkan
seberapa besar kemampuan otak dan tubuh kita melakukan sesuatu tanpa berpikir. Tubuh
menangani semuanya secara otomatis. Kalian jauh lebih dari yang apa yang kalian
sadari.
Kalian tidak perlu menyadari
petunjuk terhadap dimulainya suatu kebiasaan. Kalian bisa melihat suatu kesempatan
dan langsung menanggapinya tanpa memberikan perhatian sadar atasnya. Ini yang
membuat kebiasaan berguna. Ini juga yang membuat kebiasaan berbahaya. Ketika kebiasaan
terbentuk, aksi-aksi kalian datang di bawah arahan pikiran otomatis dan bawah
sadar kalian. Makin sering kalian mengulang pola-pola kebiasaan, semakin kecil
kemungkinan kalian mempertanyakan apa yang kalian lakukan dan mengapa kalian
melakukannya.
Sejalan dengan waktu,
petunjuk-petunjuk yang memicu kebiasaan kita menjadi begitu lazim sehingga
praktis tak terlihat. Tanggapan-tanggapan kita terhadap petunjuk-petunjuk ini
telah terpatri begitu dalam sehingga dorongan untuk beraksi seolah-olah datang
entah dari mana. Karena alasan ini, kita harus memulai perubahan perilaku
dengan kesadaran.
Sebelum dapat dengan efektif
membangun kebiasaan-kebiasaan baru, kita perlu mengatasi kebiasaan-kebiasaan saat
ini. Ini tidak mudah. Karena sampai kalian membuat yang tidak disadari menjadi
disadari, kebiasaan itu akan mengarahkan hidup kalian dan kalian akan
menyebutnya nasib.
Makin otomatis suatu perilaku,
makin kecil kita memikirkannya secara sadar. Kita begitu terbiasa melakukan apa
yang kita lakukan sehingga tak lagi mempertanyakan apakah itu memang yang
terbaik untuk dilakukan. Banyak kegagalan dalam kinerja terutama disebabkan
oleh hilangnya kesadaran diri.
Salah satu tantangan terbesar
kita dalam mengubah kebiasaan adalah mempertahankan kesadaran tentang apa yang
sesungguhnya sedang kita lakukan. Kita memerlukan sistem “menunjuk dan
mengumumkan” untuk kehidupan untuk kehidupan pribadi kita.
Tanda yang kalian berikan pada
suatu kebiasaan akan bergantung pada situasi dan sasaran kalian. Perilaku sama
mungkin merupakan kebiasaan baik. Semua tergantung apa yang sedang kalian
perjuangkan.
Memberi nilai untuk kebiasaan
kalian bisa sedikit lebih rumit karena alasan lain. Label “kebiasaan baik” dan “kebiasaan
buruk” agak kurang tepat. Kebiasaan baik dan kebiasaan buruk itu tidak ada. Yang
ada adalah kebiasaan yang efektif, yaitu efektif dalam memecahkan masalah. Semua
kebiasaan itu baik bagi kalian dalam situasi tertentu. Itulah sebabnya kalian
melakukannya berulang-ulang.
Kebiasaan yang mendukung identitas yang kalian inginkan biasanya baik. Kebiasaan yang bertentangan dengan identitas yang kalian inginkan biasanya buruk.
Sasaran kalian semata mencermati
apa yang sesungguhnya sedang terjadi. Amati pikiran-pikiran dan aksi-aksi
kalian tanpa membuat penilaian atau kritik diri. Jangan menyalahkan diri karena
kesalahan-kesalahan kalian. Jangan memuji diri atas suatu keberhasilan.
Langkah pertama untuk mengubah
kebiasaan buruk adalah mewaspadainya. Jika kalian merasa memerlukan bantuan
tambahan, kalian dapat mencoba melakukan Menunjuk dan Mengumumkan. Mendengar kebiasaan
buruk diumumkan keras-keras menjadikan konsekuensinya terkesan lebih nyata. Cara
ini memperbesar bobot pada aksi sebagai ganti membiarkan diri terjerumus ke
dalam rutinitas lama.
Proses perubahan perilaku selalu
dimulai dengan kesadaran. Strategi seperti Menunjuk dan Mengumumkan terfokus
pada membuat kalian mengenali kebiasaan dan mengakui petunjuk yang memicunya,
yang memungkinkan kalian bereaksi dengan cara yang bermanfaat bagi kalian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar