Kita unik, sama seperti yang lain.
Sementara kita bisa belajar tentang diri sendiri dengan melihat cermin, kita
juga bisa belajar tentang diri kita sendiri dengan mempertimbangkan diri kita sendiri
dibandingkan dengan orang lain.
—
MEMILIH TUMPUKAN JERAMI SAYA
“Kejelasan”
Salah satu teka-teki terbesar
kebiasaan adalah kenyataan bahwa beberapa kebiasaan terbentuk dengan mudah,
sementara yang lain sepertinya sulit untuk diterapkan. Masalahnya adalah kurangnya
kejelasan. Kejelasan adalah unsur kebiasaan yang sangat penting, dan sangat
praktis juga.
Dua jenis kejelasan yang
mendukung kebiasaan: kejelasan nilai dan kejelasan tindakan. Semakin jelas
tentang apa yang kita hargai, dan tindakan apa yang kita harapkan dari diri
kita sendiri, semakin besar kemungkinan kita untung berpegang pada kebiasaan
kita. Ketika kita memiliki tujuan yang saling bertentangan, kita tidak berhasil
mengatur diri kita sendiri dengan baik. Kita menjadi cemas dan tidak berdaya,
dan kita akhirnya sering tidak melakukan apa pun.
Lebih mudah untuk berpegang pada
kebiasaan saat hubungan antara kebiasaan dan nilai yang diberikannya terlihat
jelas. Kejelasan adalah salah satu alasan mengapa Strategi Penjadwalan sangat
membantu. Kejelasan juga membantu menyoroti aspek-aspek dari diri kita sendiri
yang mungkin ingin kita sembunyikan. Kejelasan nilai juga memungkinkan untuk
mengidentifikasi pengalih-perhatian.
—
SAYA YANG REWEL
“Identitas”
Identitas memberi kekuatan besar
atas kebiasaan kita. Identitas memiliki peran dalam banyak situasi yang
berhubungan dengan kebiasaan. Faktanya adalah, mengubah kebiasaan jauh lebih
menantang jika kebiasaan baru itu berarti mengubah atau menghilangkan satu aspek
dari diri kita sendiri.
Kita cenderung percaya apa yang
kita ucapkan sendiri, dan cara kita menggambarkan diri memengaruhi pandangan
kita terhadap identitas, dan dari situ, berpengaruh pada kebiasaan kita. Terkadang,
kita juga mengadopsi kebiasaan untuk memperlihatkan identitas yang ingin
dilihat orang lain.
—
TIDAK SEMUA ORANG SEPERTI SAYA
“Orang Lain”
Rahasia Masa Dewasa: kita tidak
bisa mengubah orang lain, tapi saat kita berubah, yang lain bisa berubah; dan
saat orang lain berubah, kita juga berubah.
Orang lain berefek pada
kebiasaan kita. Kita cenderung untuk berpikir bahwa kita adalah aktor terpisah,
bekerja pada kebiasaan kita dengan cara kita sendiri, tapi apa yang orang lain lakukan,
katakan, dan pikirkan berhasil merasuk pada diri kita.
Kita lumayan rentan untuk “penularan
tujuan”, kita mungkin bisa dengan cepat mengadaptasi kebiasaan orang lain, jadi
akan sangat membantu untuk berada di sekitar orang yang merupakan teladan yang
baik. Orang lain memiliki pengaruh yang sangat besar. Sayangnya, saat orang
lain dapat menjadi pengaruh yang baik, mereka juga bisa menjadi pengaruh yang
buruk; dengan memuaskan diri melalui perilaku yang sedang kita coba untuk
hilangkan, mereka bisa menjadi godaan untuk kita ikuti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar