moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Better Than Before #5 Keinginan, Kenyamanan, dan Alasan



     Kita ingin kebiasaan baik—tapi kita juga ingin untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih menyenangkan. Karena tujuan ini sering berbenturan, bagian ini mencakup banyak strategi.

TERBEBAS DARI KENTANG GORENG
“Abstaining”
     Dalam mempelajari kebiasaan, ketegangan tertentu muncul kembali. Pada kebiasaan, merasa kehilangan adalah keadaan yang merusak. Saat kita merasa kehilangan, kita merasa berhak untuk memberikan kompensasi untuk diri kita.
     Satu cara untuk menghilangkan sesuatu dari diri tanpa menciptakan perasaan kehilangan adalah dengan cara menghilangkan hal tersebut sepenuhnya.

SULIT MEMBUAT SUATU HAL JADI LEBIH MUDAH
“Kenyamanan”
     Kita harus sangat memperhatikan kenyamanan aktivitas yang ingin kita jadikan kebiasaan. Kenyamanan membentuk segala sesuatu yang kita lakukan. Saat kita merasa nyaman saat membelanjakannya, maka kita akan menghabiskannya. Tapi kita juga bisa memanfaatkan Strategi Kenyamanan untuk membantu kita menabung. Selain itu, kita dapat menggunakan Strategi Kenyamanan untuk memperluas dan memperdalam hubungan kita.

UBAH LINGKUNGAN, BUKAN DIRI SENDIRI
“Ketidaknyamanan”
     Kita bisa membuang kebiasaan buruk dengan membuatnya tidak nyaman untuk dilakukan. Terkadang, kita harus mengerahkan diri, maka semakin baik. Kunci untuk memahami kebiasaan buruk adalah impulsif. Orang yang impulsif mengalami kesulitan untuk menunda kepuasan dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang; mereka sulit untuk merencanakan sesuatu, dan begitu memulai tugas, mereka kesulitan untuk bertahan mengerjakannya. Semakin sulit untuk melakukan sesuatu, semakin sulit melakukannya secara impulsif, maka ketidaknyamanan membantu kita untuk tetap menjalankan kebiasaan baik.

BATU SANDUNGAN DAPAT MENCEGAH JATUH
“Perlindungan”
     Kebiasaan memanglah sulit untuk dijalankan, dan sangat rawan untuk dilanggar. Meski kebiasaan terlihat mudah, pengaman haruslah digunakan untuk melindungi kebiasaan yang baik. Alih-alih menahan godaan, kita bisa mengantisipasi dan meminimalisir godaan dan merencanakan ketidakberhasilan. Ada kecenderungan menurun ke arah kebiasaan buruk yang mengharuskan kita mempertahankan usaha nyata agar tetap menjalankan kebiasaan baik kita.
     Strategi Perlindungan dapat membuat kesalahan yang terjadi sekali dapat terulang kembali. Strategi Perlindungan mengharuskan kita untuk melihat dengan sangat realistis terhadap diri sendiri.

TAK ADA YANG MENETAP DI VEGAS
“Menemukan Celah”
     Mencari celah adalah sifat alami manusia. Bahkan ketika sudah berkomitmen kuat pada sebuah kebiasaan buruk, kita sering mencari pembenaran untuk dapat melanggarnya. Sebuah celah adalah argumen untuk mengapa kita harus melanggar kebiasaan baik yang sedang kita jalani. Kita tidak merencanakan secara hati-hati sebelumnya, atau mengakui bahwa kita membuat pengecualian; yang membuat kita terbebas dari kebiasaan tersebut.

TUNGGU LIMA BELAS MENIT
“Gangguan”
     Saat kita mengalihkan perhatian kita sendiri, kita dengan sengaja mengalihkan pikiran pada hal lai, dan melakukannya, kita mengubah pengalaman kita. Gangguan (pengalihan) dapat membantu kita untuk menolak godaan, minimalisir stres, dan hal tersebut membantu kita untuk tetap menjalankan kebiasaan baik kita. Teralihkan saja tidak cukup; kita harus mengalihkan perhatian kita sendiri dengan cara yang tepat

TIDAK ADA GARIS AKHIR
“Hadiah/Imbalan”
     Strategi hadiah adalah metode yang sangat familier dan populer untuk menyemangati perilaku yang baik. Memberikan hadiah untuk perilaku yang baik terdengar masuk akal dari tampak luarnya saja. Faktanya, penghargaan bisa berbahaya untuk membentuk kebiasaan. Sebuah penghargaan menghalangi pembentukan kebiasaan.

HANYA KARENA
“Traktiran”
     Saatnya bagi strategi hadiah/traktiran masuk. Tidak seperti hadiah yang harus dihasilkan atau dibenarkan, sebuah “hadiah” adalah kesenangan kecil atau kenikmatan yang kita berikan pada diri kira sendiri hanya karena kita menginginkannya. Kita tidak perlu menjadi “baik” untuk mendapatkannya, kita menghasilkannya atau membenarkannya.

DUDUK ADALAH MEROKOK YANG BARU
“Memasangkan”
     Dalam strategi memasangkan, kita memilah dua aktivitas, satu aktivitas yang kita perlukan atau ingin kita lakukan, dan satu lagi yang tidak begitu ingin kita lakukan, untuk membuat diri kita mencapai keduanya. Hal tersebut bukan hadiah, bukan pemberian, hanya berpasangan. Memasangkan dapat bekerja dalam segala situasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar