Kita ingin kebiasaan baik—tapi kita
juga ingin untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih menyenangkan. Karena tujuan
ini sering berbenturan, bagian ini mencakup banyak strategi.
—
TERBEBAS DARI KENTANG GORENG
“Abstaining”
Dalam mempelajari kebiasaan,
ketegangan tertentu muncul kembali. Pada kebiasaan, merasa kehilangan adalah
keadaan yang merusak. Saat kita merasa kehilangan, kita merasa berhak untuk
memberikan kompensasi untuk diri kita.
Satu cara untuk menghilangkan
sesuatu dari diri tanpa menciptakan perasaan kehilangan adalah dengan cara
menghilangkan hal tersebut sepenuhnya.
—
SULIT MEMBUAT SUATU HAL JADI LEBIH MUDAH
“Kenyamanan”
Kita harus sangat memperhatikan
kenyamanan aktivitas yang ingin kita jadikan kebiasaan. Kenyamanan membentuk
segala sesuatu yang kita lakukan. Saat kita merasa nyaman saat
membelanjakannya, maka kita akan menghabiskannya. Tapi kita juga bisa
memanfaatkan Strategi Kenyamanan untuk membantu kita menabung. Selain itu, kita
dapat menggunakan Strategi Kenyamanan untuk memperluas dan memperdalam hubungan
kita.
—
UBAH LINGKUNGAN, BUKAN DIRI SENDIRI
“Ketidaknyamanan”
Kita bisa membuang kebiasaan
buruk dengan membuatnya tidak nyaman untuk dilakukan. Terkadang, kita harus
mengerahkan diri, maka semakin baik. Kunci untuk memahami kebiasaan buruk
adalah impulsif. Orang yang impulsif mengalami kesulitan untuk menunda kepuasan
dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang; mereka sulit untuk
merencanakan sesuatu, dan begitu memulai tugas, mereka kesulitan untuk bertahan
mengerjakannya. Semakin sulit untuk melakukan sesuatu, semakin sulit melakukannya
secara impulsif, maka ketidaknyamanan membantu kita untuk tetap menjalankan
kebiasaan baik.
—
BATU SANDUNGAN DAPAT MENCEGAH JATUH
“Perlindungan”
Kebiasaan memanglah sulit untuk
dijalankan, dan sangat rawan untuk dilanggar. Meski kebiasaan terlihat mudah,
pengaman haruslah digunakan untuk melindungi kebiasaan yang baik. Alih-alih
menahan godaan, kita bisa mengantisipasi dan meminimalisir godaan dan
merencanakan ketidakberhasilan. Ada kecenderungan menurun ke arah kebiasaan
buruk yang mengharuskan kita mempertahankan usaha nyata agar tetap menjalankan
kebiasaan baik kita.
Strategi Perlindungan dapat
membuat kesalahan yang terjadi sekali dapat terulang kembali. Strategi Perlindungan
mengharuskan kita untuk melihat dengan sangat realistis terhadap diri sendiri.
—
TAK ADA YANG MENETAP DI VEGAS
“Menemukan Celah”
Mencari celah adalah sifat alami
manusia. Bahkan ketika sudah berkomitmen kuat pada sebuah kebiasaan buruk, kita
sering mencari pembenaran untuk dapat melanggarnya. Sebuah celah adalah argumen
untuk mengapa kita harus melanggar kebiasaan baik yang sedang kita jalani. Kita
tidak merencanakan secara hati-hati sebelumnya, atau mengakui bahwa kita
membuat pengecualian; yang membuat kita terbebas dari kebiasaan tersebut.
—
TUNGGU LIMA BELAS MENIT
“Gangguan”
Saat kita mengalihkan perhatian
kita sendiri, kita dengan sengaja mengalihkan pikiran pada hal lai, dan
melakukannya, kita mengubah pengalaman kita. Gangguan (pengalihan) dapat
membantu kita untuk menolak godaan, minimalisir stres, dan hal tersebut membantu
kita untuk tetap menjalankan kebiasaan baik kita. Teralihkan saja tidak cukup;
kita harus mengalihkan perhatian kita sendiri dengan cara yang tepat
—
TIDAK ADA GARIS AKHIR
“Hadiah/Imbalan”
Strategi hadiah adalah metode
yang sangat familier dan populer untuk menyemangati perilaku yang baik. Memberikan
hadiah untuk perilaku yang baik terdengar masuk akal dari tampak luarnya saja. Faktanya,
penghargaan bisa berbahaya untuk membentuk kebiasaan. Sebuah penghargaan
menghalangi pembentukan kebiasaan.
—
HANYA KARENA
“Traktiran”
Saatnya bagi strategi
hadiah/traktiran masuk. Tidak seperti hadiah yang harus dihasilkan atau dibenarkan,
sebuah “hadiah” adalah kesenangan kecil atau kenikmatan yang kita berikan pada
diri kira sendiri hanya karena kita menginginkannya. Kita tidak perlu menjadi “baik”
untuk mendapatkannya, kita menghasilkannya atau membenarkannya.
—
DUDUK ADALAH MEROKOK YANG BARU
“Memasangkan”
Dalam strategi memasangkan, kita
memilah dua aktivitas, satu aktivitas yang kita perlukan atau ingin kita
lakukan, dan satu lagi yang tidak begitu ingin kita lakukan, untuk membuat diri
kita mencapai keduanya. Hal tersebut bukan hadiah, bukan pemberian, hanya
berpasangan. Memasangkan dapat bekerja dalam segala situasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar