moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #16 Bagaimana Mempertahankan Kebiasaan Baik Setiap Hari



     Mendapatkan kemajuan adalah hal yang memuaskan, dan ukuran-ukuran yang dapat dilihat memberikan bukti yang jelas tentang kemajuan kalian. Hasilnya, kemajuan itu menguatkan perilaku kalian dan menambahkan sedikit kepuasan langsung pada suatu kegiatan. Akan tetapi, barang kali cara terbaik untuk mengukur kemajuan kalian adalah menggunakan kemajuan kalian adalah menggunakan “pemantau kebiasaan”.
     Pemantau kebiasaan adalah cara sederhana untuk mengukur apakah kalian melakukan suatu kebiasaan. Format yang paling dasar adalah menyediakan kalender dan menyilang tanggal setiap kali kalian mempertahankan suatu rutinitas. “Jangan memutus rantai” adalah mantra yang dahsyat. Pemantau kebiasaan efektif karena memperbesar manfaat Hukum Perubahan Perilaku berkali-kali lipat. Mantra ini secara serentak menjadikan suatu perilaku nyata, menarik, dan memuaskan.

Manfaat 1: Pemantau kebiasaan itu terlihat
     Mencatat aksi terakhir kalian menciptakan pemicu yang dapat menginisiasi langkah berikutnya. Orang yang memantau kemajuan sasaran-sasaran mereka lebih mungkin menaikkan peluang mereka daripada tidak. Aksi memantau perilaku dapat memicu dorongan untuk mengubahnya.
     Pemantau kebiasaan juga membuat kalian tetap jujur. Kebanyakan kita mempunyai pandangan yang terdistorsi tentang perilaku kita sendiri. Kita mengira telah berbuat lebih baik daripada yang sesungguhnya. Pengukuran menawarkan cara untuk mengatasi kebutaan terhadap perilaku kita sendiri dan melihat apa yang terjadi sesungguhnya setiap hari. Ketika bukti berada tepat di depan kalian, lebih kecil kemungkinan kalian berbohong pada diri sendiri.

Manfaat 2: Pemantau kebiasaan itu menarik
     Bentuk motivasi yang paling efektif adalah kemajuan. Ketika memperoleh sinyal bahwa kita sedang maju, kita menjadi lebih termotivasi untuk meneruskan di jalan yang sama. Dengan cara ini, pemantau kebiasaan bisa mempunyai efek ketagihan pada motivasi. Ini bisa efektif khususnya ketika kalian mengalami hari yang buruk. Ketika sedang merasa terpuruk, mudah untuk melupakan semua kemajuan yang sudah kalian capai. Pemantau kebiasaan menyediakan bukti visual tentang kerja keras kalian.

Manfaat 3: Pemantau kebiasaan itu memuaskan
     Ini yang paling penting. Memantau kebiasaan dapat menjadi bentuk ganjaran tersendiri. kalian bisa merasa puas ketika melihat hasil-hasil kalian tumbuh dan kalau kalian merasa puas, besar kemungkinan kalian untuk bertahan. Pemantau kebiasaan juga membantu kalian tetap berfokus: Kalian akan berfokus pada proses, bukan hasil.

     Terlepas dari semua manfaat itu, banyak orang yang menolak gagasan memantau dan membuat pengukuran. Rasanya bisa seperti beban karena memaksa kalian menjalani dua kebiasaan sekaligus: kebiasaan yang sedang coba dibangun dan kebiasaan memantaunya. Memantau tidak bagi semua orang, dan kita tidak perlu mengukur seumur hidup. Akan tetapi, hampir semua orang bisa mendapatkan manfaat darinya.
Cara agar memantau menjadi lebih mudah:
Pertama, setiap kali mungkin, pengukuran harus otomatis.
Kedua, pemantauan manual harus dibatasi hanya untuk kebiasaan.
Akhirnya, catatlah tiap pengukuran secara langsung setelah kebiasaan dilakukan.
     Setiap rangkaian kebiasaan berakhir di suatu titik. Dan, lebih penting daripada tiap pengukuran adalah ketika kalian mempunyai rencana yang bagus saat kebiasaan kalian melenceng dari relnya.
     Tak peduli seberapa konsisten kalian dengan kebiasaan kalian, tanpa dapat dihindari hidup akan menginterupsi kalian entah kapan. Kalian tak mungkin sempurna. Setelah berjalan beberapa waktu, boleh jadi situasi darurat muncul. Setiap hal itu terjadi, ingatlah pada aturan sederhana: jangan pernah bolos dua kali.
     Kesalahan pertama tidak pernah membuat kalian hancur. Spiral pengulangan kesalahanlah yang dapat mengarah ke sana. Bolos satu kali hanyalah kecelakaan. Mangkir dua kali sama dengan awal kebiasaan baru. Di sinilah letak perbedaan pemenang dan pecundang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar