moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #17 Bagaimana Mitra Akuntabilitas Dapat Mengubah Segalanya



     Hukum Keempat Perubahan Perilaku membahas pentingnya menjadikan kebiasaan baik menghadirkan kepuasan secara langsung. Kebalikan dari Hukum Keempat ini adalah Menjadikannya mengecewakan secara langsung.
     Kita lebih mungkin mengulang pengalaman ketika babak akhirnya memuaskan, kita juga lebih mungkin menghindari pengalaman ketika babak akhirnya membuat kita sakit. Sakit adalah guru yang efektif. Jika kegagalan relatif tidak mengakibatkan rasa nyeri, pengalaman itu akan diabaikan. Makin langsung dan mahal suatu kesalahan, makin cepat kalian belajar dari pengalaman itu.
     Kita mengulang kebiasaan buruk karena entah bagaimana kita merasakan manfaat dari situ, dan menjadikan kebiasaan itu sulit ditinggalkan. Cara terbaik mengatasi kesulitan ini adalah meningkatkan kecepatan pelaksanaan hukuman yang terkait dengan perilaku tersebut. Ada jarak antara aksi dan konsekuensi.
     Segera setelah aksi menghasilkan konsekuensi langsung, perilaku mulai berubah. Kita akan melompat melewati banyak rintangan guna menghindari sedikit konsekuensi yang langsung. Ini juga ada batasnya. Bila kalian ingin mengandalkan hukuman untuk mengubah perilaku, kekuatan hukuman itu harus bersesuaian dengan kekuatan relatif perilaku yang ingin dikoreksi. Perilaku hanya berubah jika hukuman cukup menyakitkan dan betul-betul diterapkan.
     Secara umum, makin terlokalisasi, makin terasa, makin konkret, dan makin langsung suatu konsekuensi, makin besar pengaruhnya pada perilaku individu. Makin global, makin tidak terasa, makin samar, makin tertunda suatu konsekuensi, makin kecil pengaruhnya pada perilaku individu. Untungnya, ada cara langsung untuk memperbesar biaya langsung terhadap suatu kebiasaan buruk: membuat kontrak kebiasaan.
     Undang-undang dan regulasi adalah contoh bagaimana pemerintah dapat mengubah kebiasaan dengan menciptakan kontrak sosial. Sebagai masyarakat, kita mematuhi aturan-aturan itu lalu menegakkannya sebagai kelompok. Setiap kali undang-undang itu berpengaruh terhadap suatu perilaku, itu menjadi contoh tentang kontrak sosial yang membentuk kebiasaan kita. Kita sepakat secara kelompok untuk bertindak dengan cara tertentu dan jika tidak mematuhinya kalian akan dihukum.
     Kalian juga dapat membuat kontrak kebiasaan kalian sendiri dengan menyatakan komitmen terhadap kebiasaan tertentu serta hukuman yang akan terjadi jika tidak mengikutinya. Reaksi awal kita adalah kontrak seperti ini terkesan terlalu formal dan berlebihan, terutama tanda tangan. Namun setiap tanda tangan adalah indikasi keseriusan.
     Untuk menjadikan kebiasaan buruk mengecewakan, opsi terbaik adalah menjadikan kebiasaan itu menyakitkan saat itu juga. Menyusun kontrak kebiasaan adalah cara langsung untuk melakukannya.
     Kita selalu berusaha menampilkan diri terbaik kita pada dunia, karena kita tahu kebiasaan-kebiasaan seperti ini paling mungkin mendapatkan reaksi yang positif. Kita peduli terhadap pandangan orang sekitar itu berguna agar mereka menyukai kita. Ini tepatnya mengapa mendapatkan mitra akuntabilitas atau menandatangani kontrak juga banyak gunanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar