Hukum Keempat Perubahan Perilaku
membahas pentingnya menjadikan kebiasaan baik menghadirkan kepuasan secara
langsung. Kebalikan dari Hukum Keempat ini adalah Menjadikannya mengecewakan
secara langsung.
Kita lebih mungkin mengulang
pengalaman ketika babak akhirnya memuaskan, kita juga lebih mungkin menghindari
pengalaman ketika babak akhirnya membuat kita sakit. Sakit adalah guru yang
efektif. Jika kegagalan relatif tidak mengakibatkan rasa nyeri, pengalaman itu
akan diabaikan. Makin langsung dan mahal suatu kesalahan, makin cepat kalian
belajar dari pengalaman itu.
Kita mengulang kebiasaan buruk
karena entah bagaimana kita merasakan manfaat dari situ, dan menjadikan
kebiasaan itu sulit ditinggalkan. Cara terbaik mengatasi kesulitan ini adalah
meningkatkan kecepatan pelaksanaan hukuman yang terkait dengan perilaku
tersebut. Ada jarak antara aksi dan konsekuensi.
Segera setelah aksi menghasilkan
konsekuensi langsung, perilaku mulai berubah. Kita akan melompat melewati
banyak rintangan guna menghindari sedikit konsekuensi yang langsung. Ini juga
ada batasnya. Bila kalian ingin mengandalkan hukuman untuk mengubah perilaku,
kekuatan hukuman itu harus bersesuaian dengan kekuatan relatif perilaku yang
ingin dikoreksi. Perilaku hanya berubah jika hukuman cukup menyakitkan dan
betul-betul diterapkan.
Secara umum, makin terlokalisasi,
makin terasa, makin konkret, dan makin langsung suatu konsekuensi, makin besar
pengaruhnya pada perilaku individu. Makin global, makin tidak terasa, makin
samar, makin tertunda suatu konsekuensi, makin kecil pengaruhnya pada perilaku
individu. Untungnya, ada cara langsung untuk memperbesar biaya langsung
terhadap suatu kebiasaan buruk: membuat kontrak kebiasaan.
Undang-undang dan regulasi adalah
contoh bagaimana pemerintah dapat mengubah kebiasaan dengan menciptakan kontrak
sosial. Sebagai masyarakat, kita mematuhi aturan-aturan itu lalu menegakkannya
sebagai kelompok. Setiap kali undang-undang itu berpengaruh terhadap suatu
perilaku, itu menjadi contoh tentang kontrak sosial yang membentuk kebiasaan
kita. Kita sepakat secara kelompok untuk bertindak dengan cara tertentu dan
jika tidak mematuhinya kalian akan dihukum.
Kalian juga dapat membuat
kontrak kebiasaan kalian sendiri dengan menyatakan komitmen terhadap kebiasaan
tertentu serta hukuman yang akan terjadi jika tidak mengikutinya. Reaksi awal kita
adalah kontrak seperti ini terkesan terlalu formal dan berlebihan, terutama
tanda tangan. Namun setiap tanda tangan adalah indikasi keseriusan.
Untuk menjadikan kebiasaan buruk
mengecewakan, opsi terbaik adalah menjadikan kebiasaan itu menyakitkan saat itu
juga. Menyusun kontrak kebiasaan adalah cara langsung untuk melakukannya.
Kita selalu berusaha menampilkan
diri terbaik kita pada dunia, karena kita tahu kebiasaan-kebiasaan seperti ini
paling mungkin mendapatkan reaksi yang positif. Kita peduli terhadap pandangan
orang sekitar itu berguna agar mereka menyukai kita. Ini tepatnya mengapa
mendapatkan mitra akuntabilitas atau menandatangani kontrak juga banyak
gunanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar