Kebiasaan kalian tergantung pada
ruangan tempat kalian berada dan petunjuk-petunjuk yang ada di depan kalian. Lingkungan
sama seperti tangan tak terlihat yang membentuk perilaku manusia. Meskipun kepribadian
kita unik, perilaku-perilaku tertentu cenderung muncul dan muncul lagi dalam
kondisi-kondisi lingkungan tertentu. Dengan cara ini, bentuk perubahan yang
paling umum bukan dari dalam, melainkan dari luar: kita diubah oleh dunia di
sekitar kita. Setiap kebiasaan bergantung pada konteks.
Makin nyata satu produk atau
layanan, makin besar kemungkinan kalian mencobanya. Kita cenderung berpikir
kita mampu mengendalikan diri. Namun, sesungguhnya banyak aksi yang kita
lakukan tiap hari dibentuk bukan oleh dorongan dan pilihan sadar, melainkan
pilihan yang paling terlihat.
Setiap makhluk mempunyai metodenya
sendiri untuk merasakan dan memahami dunia. Pada manusia, indra diarahkan oleh
sistem saraf sensoris. Kita merasakan dunia melalui penglihatan, bunyi, bau,
sentuhan, dan pengecapan. Namun, kita juga memiliki cara-cara lain untuk
merasakan rangsangan. Ada yang secara sadar, tapi banyak juga yang di luar
kesadaran.
Namun yang paling hebat adalah
penglihatan. Tubuh manusia memiliki sekitar sebelas juta reseptor sensoris. Kira-kira
sepuluh juta dikhususkan untuk penglihatan. Mengingat kita lebih bergantung
pada penglihatan daripada indra yang lain, tak mengherankan jika
petunjuk-petunjuk visual menjadi katalisator utama perilaku kita. Karena alasan
ini, perubahan kecil pada apa yang kita lihat dapat mengantar ke perubahan
besar pada apa yang kalian lakukan. Untungnya, kalian tidak harus menjadi
korban lingkungan kalian, kalian juga bisa menjadi arsitek untuk lingkungan
kalian.
Setiap kebiasaan dimulai dengan
petunjuk, dan kita lebih mungkin melihat petunjuk yang menonjol. Sayangnya,
lingkungan tempat kita hidup dan bekerja sering kali memudahkan kita untuk
tidak melakukan aksi tertentu karena tidak ada peunjuk yang jelas untuk memicu
perilaku tersebut. Ketika petunjuk-petunjuk yang memicu suatu kebiasaan samar
atau tersembunyi, petunjuk-petunjuk itu mudah terabaikan.
Bila ingin menjadikan suatu
kebiasaan penting dalam hidup kalian, buatlah petunjuk agar hal itu menonjol di
lingkungan kalian. Perilaku yang paling persisten biasanya mempunyai lebih dari
saru petunjuk. Strategi yang sama dapat dipakai untuk kebiasaan baik. Strategi yang
sama dapat dipakai untuk kebiasaan baik. Dengan menyebar pemicu-pemicu di hampir
semua tempat, kalian meningkatkan peluang teringat akan kebiasaan kalian sepanjang
hari. Membuat keputusan yang lebih baik itu mudah dan wajar bila
petunjuk-petunjuk untuk kebiasaan-kebiasaan baik berada tepat di depan kalian.
Rancangan lingkungan itu mujarab
tidak hanya karena pengaruhnya pada cara kita menanggapi dunia, tapi juga karena
kita jarang melakukannya. Kebanyakan orang hidup di dunia yang diciptakan orang
lain. Namun, kalian dapat mengubah ruang tempat kalian tinggal dan bekerja
untuk meningkatkan paparan kalian pada petunjuk-petunjuk positif serta
mengurangi paparan kalian pada petunjuk-petunjuk negatif. Rancangan lingkungan
memungkinkan kalian mengambil kembali kendali dan menjadi arsitek dalam hidup
kalian. Jadilah perancang dunia kalian, tidak hanya sebagai pemakai.
Petunjuk yang memicu kebiasaan
yang dapat dimulai dengan sangat spesifik, tapi sejalan dengan waktu kebiasaan
kalian menjadi terhubung, tidak dengan satu pemicu saja tapi dengan konteks
keseluruhan di seputar perilaku itu. Kita secara mental memasangkan
kebiasaan-kebiasaan kita dengan lokasi-lokasi tempat kebiasaan itu berlangsung.
Tiap lokasi membangun hubungan dengan kebiasaan dan rutinitas tertentu.
Perilaku kita bukan ditentukan
oleh benda-benda di lingkungan, melainkan oleh hubungan kita dengan semua itu. Dalam
kenyataan, ada baiknya berpikir tentang pengaruh lingkungan pada perilaku
kalian. Berpikirlah dalam konteks bagaimana kalian berinteraksi dengan ruang-ruang
di sekitar kalian. Orang berbeda dapat memiliki kenangan berbeda yang
dihubungkan dengan tempat yang sama.
Jika kalian mampu mempertahankan
strategi ini, tiap konteks akan terhubung dengan satu kebiasaan dan pola pikir.
Kebiasaan berkembang dalam situasi-situasi tak terduga seperti ini. Lingkungan stabil,
tempat segala sesuatu memiliki satu tempat dan satu tujuan, adalah lingkungan
tempat kebiasaan dapat terbentuk dengan mudah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar