moving

PENGEMBANGAN DIRI / CHARACTER BUILDING / SELF IMPROVEMENT

Atomic Habits #6 Motivasi Dinilai Terlalu Tinggi; Lingkungan Sering Kali Lebih Penting


     Kebiasaan kalian tergantung pada ruangan tempat kalian berada dan petunjuk-petunjuk yang ada di depan kalian. Lingkungan sama seperti tangan tak terlihat yang membentuk perilaku manusia. Meskipun kepribadian kita unik, perilaku-perilaku tertentu cenderung muncul dan muncul lagi dalam kondisi-kondisi lingkungan tertentu. Dengan cara ini, bentuk perubahan yang paling umum bukan dari dalam, melainkan dari luar: kita diubah oleh dunia di sekitar kita. Setiap kebiasaan bergantung pada konteks.


     Makin nyata satu produk atau layanan, makin besar kemungkinan kalian mencobanya. Kita cenderung berpikir kita mampu mengendalikan diri. Namun, sesungguhnya banyak aksi yang kita lakukan tiap hari dibentuk bukan oleh dorongan dan pilihan sadar, melainkan pilihan yang paling terlihat.
     Setiap makhluk mempunyai metodenya sendiri untuk merasakan dan memahami dunia. Pada manusia, indra diarahkan oleh sistem saraf sensoris. Kita merasakan dunia melalui penglihatan, bunyi, bau, sentuhan, dan pengecapan. Namun, kita juga memiliki cara-cara lain untuk merasakan rangsangan. Ada yang secara sadar, tapi banyak juga yang di luar kesadaran.
     Namun yang paling hebat adalah penglihatan. Tubuh manusia memiliki sekitar sebelas juta reseptor sensoris. Kira-kira sepuluh juta dikhususkan untuk penglihatan. Mengingat kita lebih bergantung pada penglihatan daripada indra yang lain, tak mengherankan jika petunjuk-petunjuk visual menjadi katalisator utama perilaku kita. Karena alasan ini, perubahan kecil pada apa yang kita lihat dapat mengantar ke perubahan besar pada apa yang kalian lakukan. Untungnya, kalian tidak harus menjadi korban lingkungan kalian, kalian juga bisa menjadi arsitek untuk lingkungan kalian.
     Setiap kebiasaan dimulai dengan petunjuk, dan kita lebih mungkin melihat petunjuk yang menonjol. Sayangnya, lingkungan tempat kita hidup dan bekerja sering kali memudahkan kita untuk tidak melakukan aksi tertentu karena tidak ada peunjuk yang jelas untuk memicu perilaku tersebut. Ketika petunjuk-petunjuk yang memicu suatu kebiasaan samar atau tersembunyi, petunjuk-petunjuk itu mudah terabaikan.
     Bila ingin menjadikan suatu kebiasaan penting dalam hidup kalian, buatlah petunjuk agar hal itu menonjol di lingkungan kalian. Perilaku yang paling persisten biasanya mempunyai lebih dari saru petunjuk. Strategi yang sama dapat dipakai untuk kebiasaan baik. Strategi yang sama dapat dipakai untuk kebiasaan baik. Dengan menyebar pemicu-pemicu di hampir semua tempat, kalian meningkatkan peluang teringat akan kebiasaan kalian sepanjang hari. Membuat keputusan yang lebih baik itu mudah dan wajar bila petunjuk-petunjuk untuk kebiasaan-kebiasaan baik berada tepat di depan kalian.
     Rancangan lingkungan itu mujarab tidak hanya karena pengaruhnya pada cara kita menanggapi dunia, tapi juga karena kita jarang melakukannya. Kebanyakan orang hidup di dunia yang diciptakan orang lain. Namun, kalian dapat mengubah ruang tempat kalian tinggal dan bekerja untuk meningkatkan paparan kalian pada petunjuk-petunjuk positif serta mengurangi paparan kalian pada petunjuk-petunjuk negatif. Rancangan lingkungan memungkinkan kalian mengambil kembali kendali dan menjadi arsitek dalam hidup kalian. Jadilah perancang dunia kalian, tidak hanya sebagai pemakai.
     Petunjuk yang memicu kebiasaan yang dapat dimulai dengan sangat spesifik, tapi sejalan dengan waktu kebiasaan kalian menjadi terhubung, tidak dengan satu pemicu saja tapi dengan konteks keseluruhan di seputar perilaku itu. Kita secara mental memasangkan kebiasaan-kebiasaan kita dengan lokasi-lokasi tempat kebiasaan itu berlangsung. Tiap lokasi membangun hubungan dengan kebiasaan dan rutinitas tertentu.
     Perilaku kita bukan ditentukan oleh benda-benda di lingkungan, melainkan oleh hubungan kita dengan semua itu. Dalam kenyataan, ada baiknya berpikir tentang pengaruh lingkungan pada perilaku kalian. Berpikirlah dalam konteks bagaimana kalian berinteraksi dengan ruang-ruang di sekitar kalian. Orang berbeda dapat memiliki kenangan berbeda yang dihubungkan dengan tempat yang sama.
     Jika kalian mampu mempertahankan strategi ini, tiap konteks akan terhubung dengan satu kebiasaan dan pola pikir. Kebiasaan berkembang dalam situasi-situasi tak terduga seperti ini. Lingkungan stabil, tempat segala sesuatu memiliki satu tempat dan satu tujuan, adalah lingkungan tempat kebiasaan dapat terbentuk dengan mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar